Sabtu, 13 November 2010

Switching

Switching
Circuit Switching circuit switching adalah jaringan yang mengalokasikan sebuah sirkuit (atau kanal) yang dedicated diantara nodes dan terminal untuk digunakan pengguna untuk berkomunikasi


Packet Switched
Digunakan pada jaringan untuk mentransfer informasi data
Sebelum dikirimkan ke jaringan,message dipecah ke dalam beberapa message yang ukurannya lebih pendek
Message-message yang ukurannya pendek ini disebut paket
Di penerima, paket-paket itu akan disusun kembali membentuk message semula
Resource jaringan di-share oleh user-user yang ada pada jaringan (tidak dedicated)
Bila suatu user tidak mentransfer informasi maka user tsb tidak akan menggunakan resource jaringan
Ada dua macam teknik packet switching:
Datagram packet switching
Virtual circuit packet switching

Circuit Switched : Keuntungan dan Kelemahan
KEUNTUNGAN
Sekali koneksi terjadi:
Jaringan transparan (seolah hanya koneksi langsung antar stations)
Fixed data rate tanpa adanya delay
Sangat baik untuk komunikasi real time
KELEMAHAN
Tidak efisien
Selama koneksi berlangsung, time slot akan selalu diduduki walaupun tidak ada data yang dikirim
Delay sebelum terbentuknya hubungan (call set up delay)

Cicuit Switching pada jaringan telepon
Komunikasi berlangsung di dalam tiga tahap:
Pembentukan koneksi antara dua pihak yang berkomunikasi
Proses ini ditujukan untuk mendefinisikan jalur yang harus ditempuh oleh informasi yang akan dikirimkan
Koneksi yang dibentuk (resource jaringan yang sudah dialokasikan bagi suatu panggilan) bersifat dedicated (tidak di-share bersama panggilan lain)
Baik ada maupun tidak ada informasi yang ditransfer, koneksi terhubung terus
Transfer informasi
Pemutusan koneksi
Berdasarkan adanya keharusan pembentukan koneksi sebelum transfer informasi berlangsung maka teknik circuit switching disebut bersifat connection orriented
Teknik circuit switching cocok untuk mentransfer voice
Sifat koneksi yang dedicated dapat menjamin delay dan jitter yang disyaratkan untuk transfer voice

Karakteristik Packet Switched
Informasi/pesan dibagi menjadi paket-paket yang berukuran kecil (< 1500 byte) dan kemudian ditransmisikan paket demi paket
Setiap paket terdiri dari payload (data informasi yang akan dikirimkan) dan header. Header berisi informasi tentang:
Source (sender’s) address
Destination (recipient’s) address
Packet size
Sequence number
Error checking information

Keuntungan dan Kelemahan Packet Switching
Efisiensi utilisasi jaringan tinggi
Jaringan dapat digunakan bersama (shared) secara dinamis
Dapat mengakomodasi penggunaan multiple data rates untuk jenis aplikasi yang berbeda-beda
Setiap aplikasi akan terhubung ke jaringan dengan data rate yang sesuai kebutuhannya
Tidak terjadi blocking jika beban jaringan tinggi, tetapi waktu pengiriman menjadi lama.
Mekanisme prioritas pengiriman dapat diberlakukan untuk paket-paket yang dianggap penting, seperti paket real-time.
Reliabilitas tinggi, jika suatu rute terputus maka rute lain dapat digunakan.
Kelemahan packet switching:
Tidak memberikan garansi Quality of service: delay antrian, jitter, loss packet

Nodes dan Links
Jaringan komunikasi biasa digambarkan dalam node dan link
Node: merepresentasikan end-terminal, perangkat jaringan; digambarkan dengan bentuk lingkaran, kotak
Link: merepresentasikan hubungan/koneksi antar nodes; digambarkan dengan garis


Switching Network
Transmisi data/ informasi jarak jauh biasanya dilakukan melalui beberapa switching node yang saling terhubung sehingga membentuk suatu jaringan switching, atau dapat juga disebut jaringan komunikasi switched.
Setiap node yang terdapat dalam jaringan switching bekerja tanpa memperhatikan isi data/ informasi yang ditransmisikannya
Transmisi data dimulai dan diakhiri di perangkat yang dinamakan station. Station dapat berupa komputer, terminal, telepon, dsb.
Data ditransmisikan melalui suatu rute yang ditentukan oleh proses switching di setiap node yang dilalui.
Koneksi node ke node lainnya biasanya dilakukan secara multiplex
Jaringan komunikasi biasanya dibuat terhubung sebagian. Sebagian lainnya digunakan sebagai koneksi redundant/back-up untuk meningkatkan reliabilitas jaringan.


Contoh Switching Network Sederhana
Prinsip Circuit Switched
Karakteristik circuit switched:
Jalur komunikasi permanen (dedicated) secara fisik dibangun (set-up) antara 2 end-terminal terlebih dahulu sebelum informasi dikirimkan. Istilah yang sering digunakan untuk kondisi ini disebut Connection Oriented
Proses komunikasi melalui Circuit Switch adalah sebagai berikut:
Circuit Establishment
Point to Point dari terminal ke terminal melalui switching nodes
Internal Switching dan multiplexing antar switching nodes
Data Transfer
Circuit Disconnect
Jika sirkit tidak tersedia maka akan terjadi blocked (biasa diinformasikan dengan nada sibuk)
Ada garansi quality of service (bandwidth (64 Kbps), latency, jitter)
Tidak akan ada informasi yang hilang sepanjang sirkit tersambung terus menerus

komunikasi satelit

SATELIT KOMUNIKASI satelit
Pengertian satelit
Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Ada dua jenis satelit yakni satelit alam dan satelit buatan.
Satelit alami adalah benda-benda luar angkasa bukan buatan manusia yang mengorbit sebuah planet atau benda lain yang lebih besar daripada dirinya,, seperti misalnya Bulan adalah satelit alami Bumi. Sebenarnya terminologi ini berlaku juga bagi planet yang mengelilingi sebuah bintang, atau bahkan sebuah bintang yang mengelilingi pusat galaksi, tetapi jarang digunakan. Bumi sendiri sebenarnya merupakan satelit alami Matahari.
Satelit buatan adalah benda buatan manusia yang beredar mengelilingi benda lain misalnya satelit Palapa yang mengelilingi Bumi.
Satelit komunikasi adalah sebuah satelit buatan yang ditempatkan di angkasa dengan tujuan telekomunikasi. Satelit komunikasi modern menggunakan orbit geosynchronous, orbit Molniya atau orbit Bumi rendah.
Untuk pelayanan tetap, satelit komunikasi menyediakan sebuah teknologi tambahan bagi kabel komunikasi kapal selam optik fiber. Untuk aplikasi bergerak, seperti komunikasi ke kapal laut dan pesawat terbang di mana aplikasi teknologi lain seperti kabel, tidak praktis atau tidak mungkin.

Sejarah satelit
Secara garis besar sejarah satelit dunia dari tahun ke tahun diantaranya; 1945 : Athur Clarke menerbitkan essay tentang “Extra Terrestial Relays” 1957 : Diluncurkan pertama kali satelit sputnic 1959 : Satelit cuaca pertama, Vaguard 2 1960 : Diluncurkan satelit komunikasi Refleksi ECHO 1963 : Diluncurkan satelit komunikasi Geostasioner SYNCOM 1965 : Komunikasi satelit Geostasioner komersial pertama di dunia, INTELSAT I 1976 : Satelit marisat untuk komumnikasi maritim dan peluncuran PALAPA 1982 : Sistem telepon dengan satelit mobile , INMARSAT 4 1988 : Sistem satelit dengan komunikasi data dan telepon mobile, INMARSAT C 1993 : Sistem telepon denga digital satelit 1998 : Sistem satelit Global untuk Small Mobile Phones. 1999 : Peluncuran Telkom - 1

Keunggulan komunikasi satelit
Cakupan yang luas : satu Negara, region, ataupun satu benua
Bandwith yang tersedia cukup leba
Independen dan infrastuktur terrestia
instalasi jaringan segmen Bumi yang sangat cepat
Biaya relatif rendah per site
karakteristik layanan yang seragam
layanan total hanya dari satu provider
layanan mobile/wireless yang independen terhadap lokasi

Kelemahan satelit komunikasi
Delay propagasi besar
Rentan terhadap pengaruh atmosfir
Up Front Cost tinggi ; contoh untuk satelit GEO: Spacecraft, Ground Segment & Launch = US $ 200 jt, Asuransi : $ 50 jt
Distance Insensitive, artinya biaya yang diperlukan hampir sama untuk membuat suatu link komunikasi satelit jarak dekat dan link komunikasi satelit jarak jauh. Jadi, sistem komunikasi satelit ekonomis hanya jika sistem ini digunakan kontinyu dalam waktu yang lama dan meng-handle banyak user.

Interferensi pada Sistem Satelit
Sistem satelit terdekat Apabila SB penerima memiliki antena dengan pattern receive yang buruk, artinya gain side-lobenya cukup besar (tinggi), maka sinyal down=link yang berasal dari satelit lain akan diterima juga oleh SB penerima sebagai sinyal interferensi.
SB pemancar (Up-link) Sinyal interferensi timbul disebabkan oleh SB pemancar dari satelit lain. Apabila SB pemancar tersebut memiliki antena dengan pattern side-lobe dengan gain yang cukup besar, maka carrier pada arah side-lobe juga memiliki daya yang cukup tinggi untuk mengganggu sistem satelit.

telekomunikasi

Definisi & Prinsip Dasar Telekomunikasi


Definisi Telekomunikasi
Pengertian dari kata Telekomunikasi dapat dilihat sebagai berikut :
Tele : jauh
Komunikasi : penyampaian informasi atau hubungan antara satu simpul dengan simpul yang lainnya.

Telekomunikasi : penyampaian informasi atau hubungan antara satu simpul dengan simpul yang lainnya yang berjarak jauh.

Berdasarkan pengertian tersebut bagaimanakah jika ada hubungan komunikasi namun berjarak dekat, apakah dapat disebut dengan telekomunikasi. Juga apakah jika ada komunikasi jarak jauh seperti orang yang berteriak disebut telekomunikasi?

Sehingga definisi sesungguhnya dari telekomunikasi adalah :
Telekomunikasi : penyampaian informasi atau hubungan antara satu simpul dengan simpul yang lainnya dengan mempergunakan bantuan peralatan khusus.
Contoh: Telepon, TV dsb

Disini terlihat bahwa hubungan itu tidak harus jauh (meskipun ada perkataan TELE) dekatpun bisa. Tidak harus berupa peralatan khusus (listrik) lainnyapun bisa. Contoh: asap, bendera, genderang, dsb.
Selain itu, harus pula dapat dibedakan antara telekomunikasi dengan komunikasi walaupun keduanya saling berhubungan. Perbedaannya dapat dilihat dari ilmu pengetahuan yang mempelajarinya.
Ilmu Pengetahuan tentang Telekomunikasi : ilmu yang mempelajari tentang penyampaian informasi dengan bantuan peralatan listrik.


Ilmu Pengetahuan tentang Komunikasi : ilmu yang mempelajari seluruh aspek penyampaian informasi.

 Konsep Dasar Telekomunikasi


One Way System : dimana kedua belah pihak salah satu dapat saling berbicara atau mendengar.
Contoh : baby alarm

Two Way System : dimana kedua belah pihak dapat saling berbicara dan mendengar

Contoh : intercom

Cara Kerja : Suara diubah menjadi sinyal listrik oleh micropon, sinyal-sinyal ini disalurkan melalui kabel, diperkuat oleh amplifier dan diubah kembali menjadi suara yang dipancarkan oleh loudspeaker.

Masalah-masalah yang timbul pada telekomunikasi :
1. Masalah terminal
2. Masalah transmisi
3. Bagaimana menyambungkan terminal-terminal tersebut dan bagaimana mengontrol atau mengendalikan penyambungan dari terminal-terminal tersebut.

Prinsip Dasar dari Telekomunikasi : dua buah terminal yang dihubungkan oleh saluran transmisi.

 Jaringan Telekomunikasi
Jaringan telekomunikasi terdiri dari bermacam-macam bentuk tergantung dari :
- Terminalnya
- Macam informasinya
Jaringan telekomunikasi terbesar didunia adalah Telepon, karena memerlukan banyak switching dan terminal.


Bentuk dasar dari jaringan telekomunikasi :
- Jaringan mata jala
- Jaringan bintang
Jaringan Mata Jala
Terbagi atas dua jenis :
- Jaringan sebuah mata jala (single mesh network)
Suatu bentuk jaringan dimana jumlah salurannya diantara terminal dikurangi seminimal mungkin, hingga menjadi8 satu mata jala saja.

Jumlah seluruh saluran (b) pada jaringan bentuk ini :


- Jaringan mata jala penuh (fully mesh network)
- Setiap terminal disambungkan langsung dengan terminal lainnya.

Jumlah seluruh saluran pada jaringan bentuk ini :
b = ½ n (n – 1)

- Jaringan bintang (star network)
Disini jumlah saluran berkurang menjadi sama dengan:
b = n – 1

Informasi
Sistem telekomunikasi dibatasi kemampuannya oleh:
1. Power dari signal yang tersedia
2. Latar belakang noise yang tidak dapat dielakkan
3. Keharusan membatasi bandwidth

Sebelum tahun 1940 penelitian mengenai telegrafi dilakukan oleh Nyquist dan Hartley.
Setelah Perang Dunia II dilakukan oleh :
1.Nobert Wiener (1949)
Telah mengembangkan konsep baru yang sampai sekarang masih tetap dipakai.
Wiener meneliti dengan cara : Jika diketahui suatu signal kemudian ditambahkan dengan noise yang ada, lalu bagaimanakah kita memperkirakan keadaan signal tersebut pada waktu sebelum dan sesudah diterima.
Penelitian ini dilakukan pada ujung penerima saja. Teori ini disebut sebagai “Detection Theory”.


1.Claude Shannon (1948)
Bekerja sesuai dengan prinsip dari komunikasi, dimana signal processing dapat terjadi baik pada penerima maupun pada pengirim.
Shannon meneliti dengan cara : Jika diketahui suatu berita, lalu diteliti bagaimana berita tersebutdapat terwakilkan sedemikian rupa sehingga dapat membawa informasi melalui suatu sistem yang diberikan dengan keterbatasan-keterbatasannya.

Dengan cara ini yang dipentingkan bukan signalnya, melainkan informasinya yang terkandung didalam signal tersebut.
Pendekatan ini disebut sebagai “Teori Informasi”.

Teori informasi adalah suatu pelajaran matematik yang terbagi menjadi 3 bagian konsep dasar, yaitu:
1. Pengukuran dari informasi
2. Kapasitas saluran komunikasi untuk menyalurkan informasi
3. Penyandian (coding) sebagai cara untuk mendayagunakan saluran agar dapat berkapasitas penuh.

Simbol dan Nilai Informasinya
Teori informasi mendapatkan penghargaan yang layak setelah diterbitkannya makalah dari E.C Shannon yang berjudul “A Mathematical Theory Of Communication” pada tahun 1948 yang memberikan standard performansi yang absolut serta faktor-faktor yang membatasi performansi tersebut.

Usaha untuk mengukur kwantitas yang terkandung dalam suatu informasi/berita dikemukakan oleh R.V Hartley pada tahun 1928 yang menyarankan agar kwantitas ini dikaitkan dengan kemungkinan terjadinya berita. Berita yang sudah pasti akan terjadi, pasti bukan merupakan berita lagi, sehingga nilai informasinya sama dengan nol.

Informasi diwakili oleh simbol-simbol, dimana jika “p” adalah kemungkinan terjadinya suatu simbol maka nilai informasinya didefinisikan sebagai berikut:
Menurut Hartley:
- log p [Hartley]

Menurut Shannon:
-log2 p [bit]



Entropy Sumber Berita
Jika suatu sumber berita menghasilkan dua simbol dengan kemungkinan masing-masing p1 dan p2 .
(dimana p1 + p2 = 1), maka nilai informasinya rata-rata per simbol dapat dihitung dengan mengambil suatu berita yang panjangnya “N” simbol dan menghitung seluruh nilai informasinya yang dikandungnya sebagai berikut:

Simbol Jumlah Simbol Dalam Berita Nilai Informasi Setiap Simbol Jumlah Nilai Informasi
I Np1 - log2 p1 - Np1 log2 p1
II Np2 - log2 p2 - Np2 log2 p2

Dengan demikian, jumlah nilai informasi untuk keseluruhan (N) simbol adalah :
- Np1 log2 p1 - Np2 log2 p2

Entropy sumber berita didapatkan:
H = - p1 log2 p1 – p2 log2 p2 [Bit/simbol]
Jika sumber berita menghasilkan ‘n’ simbol yang berbeda dengan kemungkinan masing-masing p1, p2,……. pn
H =  - p1 log2 p1

 Kapasitas Saluran
Kalau H adalah entropy sumber berita dan B adalah jumlah simbol yang dihasilkan setiap detik maka ‘source rate’ atau laju volume informasi adalah HB bit/detik.
Kalau C merupakan kapasitas saluran, yaitu laju informasi maksimum yang dapat ditransmisikan melalui saluran tersebut, maka teori Shannon dapat dirumuskan sebagai berikut :
“ Apabila HB lebih kecil dari C maka dapat dicari suatu cara penyandian sedemikian rupa sehingga informasi dapat ditransmisikan dengan kesalahan yang berarti “.
Shannon dapat merumuskan C jika bandwidth dan S/N saluran diketahui. ( S/N = Signal to noise ratio yang menentukan kwalitas dari telekomunikasi.
Dalam teori pencuplikan (sampling) disebutkan bahwa saluran yang memiliki bandwidth W Hz sanggup mentransmisikan cuplikan-cuplikan yang frekuensinya 2W cuplikan per detik. Misalkan bahwa setiap cuplikan dapat mengambil salah satu dari m tingkat (level) yang sama kemungkinannya. Saluran tadi, dengan demikian akan sanggup mentransmisikan informasi dengan laju:
C = 2W log2 m bit/detik
Keterbatasan dalam saluran komunikasi biasanya secara dominan dipengaruhi oleh hadirnya derau. Untuk derau yang yang bersifat putih (white noise) dengan distribusi normal, Shannon telah menurunkan bahwa kapasitas saluran menjadi:
C = W log2 (1 + S/N) bit/detik
Dimana W adalah bandwidth saluran dan S/N adalah signal to noise ratio. Secara formal rumus diatas diikat oleh syarat-syarat sebagai berikut ini :
- Kecepatan maksimum tadi (C) akan menghasilkan kesalahan transmisi yang tak berarti apabila dipakai cara penyandian yang tepat.
- Teknik penyandian menghendaki agar informasi dikirim dalam blok-blok yang panjang memakai gelombang yang menyerupai derau.
- Derau dalam saluran bersifat putih dengan distribusi normal.
















Terminal Komunikasi
Terminal adalah suatu electrical interface antara suatu saluran dengan sumber berita, meskipun interface ini tidak memproduksi signal-signal itu sendiri.
Terminal yang tergantung dari signal yang akan disalurkan untuk dikirimkan adalah sebagai berikut:
1. Terminal untul penyaluran signal-signal suara, yaitu:
- Radio penerima
- Telepon
2. Terminal untuk penyaluran signal-signal tulisan, yaitu:
- Telegrafi
- Teleprinter
3. Terminal untuk penyaluran signal-signal gambar, yaitu:
- Facsimile
- Televisi
4. Terminal untuk penyaluran signal-signal data, yaitu:
- Modem


 Terminal untuk Suara
Radio Penerima
Radio penerima adalah suatu terminal untuk menerima signal-signal suara. Namun dapat juga untuk menerima signal-signal yang berbentuk tulisan, gambar maupun data. Jadi radio penerima juga menerima penyaluran segala macam bentuk signal, karena radio penerima ini dalah suatu peralatan untuk menerima segala macam signal yang dikirimkan melalui udara.

Radio penerima ini harus mempunyai karakteristik-karakteristik tertentu yang menentukan kwalitas dari radio penerima tersebut. Karakteristik itu adalah :
Sensitivitas
Adalah kemampuan dari suatu radio penerima untuk menangkap signal-signal yang kuat maupun yang lemah sampai didapatkan daya output tertentu (standard) pada output penerima tersebut.
Selektivitas
Adalah kemampuan radio penerima untuk membedakan antara signal yang diinginkan dengan signal-signal lain yang berdekatan. Berarti hanya menerima signal dengan frekwensi band yang tertentu. Selektivitas ini dapat diperbaiki dengan Band Pass Filter.
Fidelitas
Adalah kemampuan radio penerima untuk menjaga keaslian informasi yang dikirimkan oleh pengirim signal.

Pesawat penerima radio siaran dapat digolongkan menjadi dua golongan besar yaitu:
1. Straight Amplification Receiver
2. Superheterodyne Receiver
3. Straight Amplification Receiver
Gambar berikut adalah blok diagram dari radio penerima model straight amplification.


Cara kerja:
Gelombang elektromagnetik diterima oleh antena kemudian oleh tuning circuit gelombang yang diperlukan akan dipisahkan atau diseleksi dari gelombang-gelombang lainnya yang tidak diperlukan. TC merupakan suatu rangkaian filter yang frekwensi resonansinya sama dengan frekwensi yang diterima. Karena gelombang yang diterima ini besarnya hanya beberapa mV saja, maka perlu diperkuat oleh Radio Frequency Amplifier, yang tujuannya selain memperkuat juga meredam gelombang-gelombang lainnya yang datangnya dari pemancar lain yang masih tercampur dalam gelombang tadi. Kemudian gelombang yang masih termodulasi ini oleh Detector di demodulasikan, yaitu dipisahkan antara gelombang yang memodulasikan yaitu informasi yang dikirim dengan gelombang yang dimodulasikan yaitu gelombang pembawa. Setelah gelombang mempunyai frekwensi sebesar audio kemudian diperkuat dengan Audio Frequency Amplifier, yang disalurkan ke Loudspeaker untuk dirubah menjadi gelombang akustik.
Pada sistem ini banyak timbul gangguan-gangguan tidak stabil, sehinnga outputnya juga terdistorsi. Sebagai perbaikan dari sistem ini adalah jenis superheterodyne receiver.
4. Superheterodyne Receiver
5. Cara Kerja:
6. Gelombang diterima oleh antena kemudian diperkuat dahulu oleh Radio-Frequency Amplifier kemudian dicampur dengan suatu frekwensi fo di dalam suatu Mixer, maka akan didapatkan superposisi dari fr dengan fo (oleh karena itu disebut superheterodyne). Hasilnya adalah gelombang dengan frekwensi baru yaitu fr + fo dan fr - fo disamping fr itu sendiri. Gelombang dengan frekwensi fr - fo ini disebut intermediate frekwensi. Pada IF akan mendapatkan suatu gelombang yang lebih stabil, yang merupakan modulated wave dengan frekwensi pembawa yang lebih kecil dari fr.
7. Sistem ini untuk radio penerima siaran yang mempunyai modulasi amplitudo (AM) sedangkan jika modulasinya adalah Frequency Modulation (FM) maka pada dasarnya hampir sama seperti pada blok diagram dibawah ini:
Dibandingkan dengan radio penerima siaran untuk AM, maka radio penerima siaran untuk FM mempunyai tambahan komponen yaitu limiter dan pemakaian discriminator frekwensi sebagai ganti dari discriminator amplitudo limiter untuk membatasi perubahan tegangan yang timbul oleh bermacam-macam hal misalnya interface dan internal receiver noise. Selain itu perbedaan-perbedaan yang lain adalah jumlah IF amplifier pada FM biasanya lebih banyak karena signalnya disini lebih lebar dibandingkan AM.

• Telepon
Telepon adalah suatu bentuk terminal untuk menerima dan mengirimkan signal suara atau signal yang berbentuk gelombang akustik. Batas frekwensi suara manusia adalah dari 300 Hz – 3,4 KHz. Amplitudo menentukan kekerasan suara atau loudness. Kekerasan suara adalah besarnya kebisingan suara yang diakibatkan oleh amplitudo dari suara itu sendiri yang ditangkap oleh telinga manusia. Satuan unit untuk menentukan kekerasan suara ini adalah sone. Dimana 1 sone didefinisikan sebagai kekerasan suara dari tone dengan frekwensi 1000 Hz pada level intensitas suara 40 dB. Kekerasan suara sebesar 0,0001 sone atau 1msone adalah batas ambang pendengar manusia. Selain itu dipakai juga satuan Phon. Dimana 1 phon adalah level kekerasan suara untuk suatu tone dengan frekwensi 1000 Hz pada level intensitas suara 1 dB.
Level kekerasan suara (Loudness Level) :
LL = 10 log I /10-12 phon
Dimana I = intensitas suara dalam watts/m2.
• Tranducer
Tranducer adalah alat untuk mengubah suatu bentuk gelombang menjadi suatu bentuk lainnya yang tertentu yang sesuai dengan kebutuhan. Pada sistem telepon, tranducernya adalah electro-accoustical tranducer yaitu alat yang mengubah gelombang akustik menjadi gelombang listrik dan sebagainya. Tranducer pada sistem telepon dibagi dua yaitu :
- Mikropon : tranducer yang mengubah gelombang akustik menjadi gelombang listrik.
- Telepon : Tranduceryang mengubah gelombang listrik menjadi gelombang akustik.

• Mikropon
Dilihat dari prinsip kerjanya maka macam-macam mikropon misalnya :
- Mikropon arang
- Mikropon kondensator

• Telepon
Dilihat dari prinsip kerjanya, maka ada bermacam-macam telepon, misalnya:
- Elektro magnetis
Jika arus listrik dari mikropon mengalir ke magnet kumparan, medan magnet akan dibangkitkan yang menimbulkan gaya yang akan menarik membran. Getaran membran ini akan memproduksi gelombang suara.
- Elekro dinamis
Prinsip kerjanya yaitu dengan adanya arus listrik yang berubah menyebabkan perubahan medan listrik yang akan berinteraksi dengan magnet permanen. Sehingga membran keluar dan kedalam sesuai dengan frekwensi dari arus listrik yang diberikan dan akan menimbulkan getaran akustik dari membran.








• Terminal untuk Tulisan
Terminal untuk tulisan informasi yang dikirimkan dan yang diterima berbentuk tulisan atau huruf-huruf. Tiap-tiap huruf-huruf diwakili oleh kombinasi dari simbol-simbol tertentu.

• Telegrafi
Sistem telegrafi diwakili oleh kode-kode yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
• Kode Morse
Merupakan kombinasi dari kedua elemen-elemen titik-titik dan garis-garis.
• Kode Undulator
Kode ini dikembangkan untuk komunikasi yang menggunakan kabel laut. Kode ditentukan dengan plus, minus, dan nol sertamempunyai kombinasi yang sama dari arus-arus panjang dan pendek seperti kode morse.
• Kode Telegrap Printing
Kode ini digunakan oleh teleprinter.
• Kode Transmisi Data
Kode ini dipakai untuk transmisi data. Kode transmisi data seperti ASCII, BCD, EBCDIC.

Sistem pengiriman informasi yang dipakai di Amerika Serikat dan beberapa hasil industri adalah sebagai berikut:
• Full Duplex
Jika ada kemungkinan pengiriman kedua belah arah secara bersamaan.
• Half Duplex
Jika ada kemungkinan pengiriman kedua arah akan tetapi pada satu saat hanya dapat mengirim ke satu arah saja.
• Simplex
Jika hanya dapat mengirim kesatu arah saja.

Dari kode morse yang dikirimkan, telegrafi dapat dibagi menjadi dua macam yaitu :
• Telegrafi arus searah
• Telegrafi arus bolak-balik

• Terminal untuk Gambar
Terminal untuk gambar dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu:
- Gambar diam
- Gambar bergerak


• Facsimile
Prinsip kerja dari pengiriman gambar diam dari facsimile adalah:




Cara Kerja:
Gambar yang akan dikirim ditempelkan mengelilingi sebuah drum D. Sumber cahaya yang melewati lensa akan menyinari gambar tersebut.
Refleksi sinar ini akan diterima oleh PEC (Photo Electric Cell). Dengan berputarnya Drum, sinar direfleksikan akan berubah-ubah intensitasnya sesuai warna gambar yang disinari. Arus dari photocell akanberubah-ubah sesuai dengan perubahan intensitas yang diterima. Seluruh bagian gambar akan kena diraba (scanning).


• Televisi
Prinsip dasar dari facsimile kemudian dikembangkan menjadi prinsip dasar dari sistem televisi. Bedanya ialah pada televisi gambar yang dikirimkan adalah gambar bergerak.
Untuk menimbulkan kesan “gambar hidup”, maka diperlukan pergantian gambar sebanyak 25 gambar perdetik detik. Jadi satu gambar mempunyai waktu diperlihatkan selama 1/25 detik. Pada televisi sinkronisasi juga sangat penting untuk mensinkronisasikan waktu kecepatan dan fasa dari perabaan.

Komponen dasar pemancar dan penerima televisi

Blok diagram dari pemancar televisi :
Pulsa-pulsa sinkronisasi yang diberikan ke sinyal gambar (video) juga diperlukan untuk dasar waktu bagi proses perabaan yang dipakai pada camera.
Dua buah gelombang pembawa berfrekwensi radio (radio frequency carrier), dipergunakan untuk dimodulasikan oleh sinyal suara dan untuk dimodulasikan oleh sinyal gambar. Kedua gelombang pembawa yang sudah dimodulasikan ini kemudian disatukan sebelum dipancarkan lewat antena pemancar.

Blok diagram dari penerima televisi :
Filter dan amplifier disambungkan dengan antena yang merupakan tuned circuityang gunanya untuk memilihchannel pemancar yang dibutuhkan.
Sinyal radio frekwensi diproses didalam demodulator yang terdiri dari tiga macam sinyal yaitu:
1. Sinyal suara yang kemudian diperkuat dan disalurkan ke loudspeaker.
2. Sinyal gambar, yang sesuai dengan output dari camera, yang dipergunakan untuk mengendalikan arus pada electron beam dari cathode ray tube (CRT)
3. Pulsa-pulsa sinkronisasi yang dipisahkan dari sinyal gambar dan dipergunakan untuk mengendalikan oscilator yang berhubungan dengan proses perabaan.


• Terminal untuk Data
Sesuai dengan namanya maka informasi yang dikirimkan berupa data-data. Data-data ini dapat berupa tulisan, grafik maupun gambar-gambar. Pada terminal untuk data, informasi yang dikirimkan akan diproses atau diolah sehingga akan diterima oleh terminal yang dituju

adalah hasil dari pengolahan atau pemrosesan informasi. Pusat pengolahan data dapat disebut juga dengan komputer. Konfigurasinya dapat terlihat sebagai berikut:
Blok diagram tersebut dapat diperinci lagi, dimana komputer


itu terdiri dari bagian-bagian lainnya, seperti dibawah ini:

• Main Storage adalah suatu ingatan utama yaitu untuk menyimpan segala macam informasi yang diperlukan untuk mengolah data.
• Ingatan utama ini dapat dibantu oleh ingatan tambahan yang disebut dengan auxiliary storage, dan ini dapat berupa pita magnetik, piringan (disk) dan sebagainya.
• CPU adalah otak dari sistem komputer ini, yaitu suatu alat yang menghitung dan memproses informasi yang masuk maupun yang disimpan dalam storage yang disebut diatas.
• Control Unit adalah suatu unit untuk mengatur atau mengendalikan urutan tugas didalam sistem ini.
• Input/Output ini adalah yang disebut sebagai terminal dari data.


Terminal Komunikasi gambar
A. Televisi
B. Scanner
A. Televisi
1. Perjalanan Objek Gambar dan Suara Televisi
Sebelum kita mempelajari prinsip kerja penerima TV ini, sebaikknya kita harus tahu dulu bagaimana sebuah objek gambar dapat diterima oleh pesawat penerima televisi kita.Gambar yang kita lihat adalah hasil produksi dari sebuah kamera. Obyek gambar yang ditangkap lensa kamera akan dipisahkan menjadi 3 warna primer yaitu merah (Red), hijau (Green) dan biru (Blue). Hasil tersebut akan dipancarkan oleh pemancar TV(Transmitter) berupa sinyal cromynance, sinyal luminance dan syncronisasi.
Selain gambar, pemancar televisi juga membawa sinyal suara, yang ditransmisikan bersama sinyal gambar. Gambar dipancarkan dengan system amplitudo modulasi (AM), sedangkan suara dengan system frekuensi modulasi (FM). Kedua system ini digunakan untuk menghindari derau (noise) dan interferensi.
Perhatikan gambar dibawah ini yang menjelaskan perjalanan objek gambar sehingga sampai pada pesawat penerima televisi kita.

2. Saluran dan Standart Pemancar Televisi
Kelompok frekuensi yang ditetapkan untuk transmisi sinyal disebut saluran (channel). Masing-masing mempunyai sebuah saluran 6 MHz dalam salah satu bidang frekuensi (band) yang dialokasikan untuk penyiaran TV komersial yaitu:
1. VHF bidang frekuensi rendah saluran 2 sampai 6 (54 – 88 MHz).
2. VHF bidang frekuensi tinggi saluran 7 sampai 13 (174 – 216 MHz).
3. UHF saluran 14 sampai 83 (470 – 890 MHz)

Ada 3 sistem pemancar TV yaitu sebagai berikut:
1. National Television System Committee (NTSC) digunakan USA
2. Phases Alternating Line (PAL) digunakan Inggris
3. Sequential Couleur a’Memorie (SECAM) digunakan Prancis
Sedangkan Indonesia sendiri menggunakan system PAL B. Hal yang membedakan system tersebut adalah format gambar, jarak frekuensi pembawa gambar dan pembawa suara.
3. Diagram Blok Penerima TV

Blok diagram Televisi
Model dan jenisnya blok rangkaian TV bermacam-macam, tergantung pada merek TV yang digunakan.


Secara garis besar blok tersebut memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut :
a) Antena Televisi
Antena TV menangkap sinyal-sinyal RF dari pemancar televisi. Antena diklasifikasikan berdasarkan konstruksinya ada 3 yaitu:
1. Antena Yagi
2. Antena Perioda Logaritmis
3. Antena Lup
Klasifikasi lain berdasarkan jalur frekuensi gelombang yang diterima adalah:
1. Kanal VHF Rendah
2. Kanal VHF Tinggi
3. Kanal UHF










Jenis-jenis Antene sesuai dengan Klasifikasinya :


b) Rangkaian Penala (Tuner)
Rangkaian ini terdiri dari penguat frekuensi tinggi (penguat HF), pencampur (Mixer) dan osilator local. Rangkaian penala berfungsi untuk menerima sinyal TV yang masuk dan mengubahnya menjadi sinyal frekuensi IF.


c) Rangkaian Penguat IF (Intermediate Frequency)
Rangkaian ini berfungsi sebagai penguat sinyal hingga 1000 kali.Sinyal ouput yang dihasilkan penala (Tuner) merupakan sinyal yang lemah dan sangat tergantung pada jarak pemancar, posisi penerima dan bentangan alam. Lingkaran merah menunjukkan rangkaian IF yang sebagian berada didalam tuner

Penguat IF (warna merah)
d) Rangkaian Detektor Video
Berfungsi sebagai pendeteksi sinyal video komposit yang keluar dari penguat IF gambar. Selain itu juga berfungsi untuk meredam sinyal suara yang akan mengakibatkan buruknya kualitas gambar
e) Rangkaian Penguat Video
Rangkaian ini berfungsi sebagai penguat sinyal luminan yangberasal dari detector video sehingga dapat menjalankan tabung gambar atau CRT (Catode Ray Tube)
f) Rangkaian AGC (Automatic Gain Control)
Rangkaian AGC berfungsi menstabilkan sendiri input sinyal televisi yang berubah-ubah sehingga output yang dihasilkan menjadi konstan. Lingkaran merah menunjukkan komponen AGC yang berada didalam sebagian IC dan sebagian tuner
g) Rangkaian Penstabil Penerima Gelombang TV.
Rangkaian penstabil penerima gelombang TV diantaranya adalah AGC dan AFT. Automatic Fine Tuning berfungsi mengatur frekuensi pembawa gambar dari penguat IF secara otomatis
h) Rangkaian Defleksi Sinkronisasi
Rangkaian ini terdiri dari empat blok yaitu: rangkaian sinkronisasi, rangkaian defleksi vertical, rangkaian defleksi horizontal dan rangkaian pembangkit tegangan tinggi.


i) Rangkaian Suara
Suara yang kita dengar adalah hasil kerja dari rangkaian ini, sinyal pembawa IF suara akan dideteksi oleh modulator frekuensi (FM). Sebelumnya, sinyal ini dipisahkan dari sinyal pembawa gambar
j) Rangkaian Catu Daya (Power Supply)
Berfungsi untuk mengubah arus AC menjadi DC yang selanjutnya didistribusikan ke seluruh rangkaian.
Pada gambar, rangkaian catu daya dibatasi oleh garis putih dan kotak merah. Daerah di dalam garis putih adalah rangkaian input yang merupakan daerah tegangan tinggi (Live Area). Sementara itu, daerah dalam kotak merah adalah output catu daya yang selanjutnya mendistribusikan tegangan DC ke seluruh rangkaian TV


k) Penguat Krominan
Penguat ini menguatkan frekuensi 4,43 MHz untuk sinyal krominan yang termodulasi dalam sinyal V (sinyal R-Y) dan sinyal U (sinyal B-Y). Lebar jalur penguat 2 MHz
l) Sinkronisasi Warna
Didalam rangkaian sincronisasi warna, sinyal burst sinkronisasi warna dikeluarkan dari sinyal video warna komposit
m) Automatic Color Control (ACC)
Jika amplitudo sinyal ledakan naik, maka ACC mengeluarkan suatu tegangan kemudi yang memperkecil penguatan didalam bagian warna
o) Color Killer (Pemati Warna)
Rangkaian ini berguna untuk menindas penguat warna, apabila sedang tak ada sinyal krominan masuk. Ini terjadi pada waktu penerimaan sinyal hitam-putih
p) Rangkaian Switching Fasa 180 (Pembelah Warna)
Dari penguat krominan, sinyal diumpankan ke colour. Splitter (pembelah warna). Pembelah warna ini memisahkan sinyal yang termodulasi dengan sinyal V dari sinyal yang termodulasi dengan sinyal U. Pembelah warna terdiri dari saklar PAL dan beberapa resistor. Pada akhir setiap garis, selama ditariknya garis PAL maka sinyal V diputar 180 . Sinyal U tidak mengalami putaran fasa
q) Demodulasi Warna
Dengan mempergunakan demodulator warna, maka sinyal-sinyal perbedaan warna di demodulasikan dari sinyal U dan V. Karena pada pemancar, sinyal-sinyal itu dimodulasikan dengan system pembawa suppressed/dihilangkan dan hanya kedua sub pembawa jalur samping (side band sub carier) yang ada. Agar dapat mendemodulasikannya menjadi sinyal pembawa warna yang asli kembali, maka diperlukan sub pembawa 4,43 MHz dengan fasa dan frekuensi yang tepat sama seperti pada pemancar

B. CARA KERJA SCANNER MENGUBAH GAMBAR MENJADI SINYAL LISTRIK

Dasar Teknologi Informasi
Scanner merupakan alat pemindai gambar ataupun teks ke dalam komputer sehingga gambar tersebut dapat diedit untuk mendapatkan hasil yang lebih bagus. Cara kerja Scanner hampir sama dengan mesin fotocopy pada umumnya.
Scanner mengubah gambar yang dipindai / di-scan menjadi sinyal-sinyal listrik yang dapat diterima oleh CPU yang kemudian diaplikasikan ke monitor. Cara kerja scanner yang memindai gambar menjadi sinyal yaitu ketika scanner mulai bekerja untuk melakukan proses scanning, gambar atau teks yang discan akan dikenali dengan sinar yang dipantulkan. Scanner menggunakan teknologi CCD (charge couple device). Pemindahan objek, gambar atau tulisan dilakukan dengan cahaya yang dipantulkan atau memasukan input (image, benda) dengan cara meraba secara elektronik, cahaya yang dipantulkan akan masuk ke suatu tempat sesuai dengan warna aslinya.
beberapa jenis scanner dapat mengenali 16 juta warna. Kebanyakan scanner dijalankan pada 1-bit (binary digit / angka biner) yang mengenali warna hitam dan putih saja, 8-bit (256 warna), dan 24 bit (lebih dari 16 juta warna).

Input transducer dalam scanner berfungsi untuk mengkonversi gambar ke dalam bentuk sinyal-sinyal listrik. Dalam proses scanning terdapat dua input transducer berupa terminal komunikasi data. Terminal komunikasi data adalah alat yang digunakan untuk melakukan komunikasi data baik input maupun output.
1. Terminal komunikasi data tanpa buffer
Terminal yang dikendalikan oleh manusia (tanpa penyimpanan) berupa mouse.
2. Terminal komunikasi data dengan buffer
Terminal yang mempunyai penyimpanan sementara pada waktu pengiriman / penerimaan data berupa alat scanner itu sendiri.

Input transcuder dalam scanner berupa alat optik. Cahaya yang dipantulkan ke gambar oleh mobile head ditangkap oleh alat optik. Alat optik tersebut akan menggerakkan alat peka cahaya sepanjang permukaan yang ditempati gambar seperti halaman teks, kemudian mengkonversi berbagai bidang yang telah diterima menjadi digit biner. Alat yang digunakan dalam scanner untuk membaca data antara lain magnetic Ink Character Recognition (MICR) reader dan Optical data reader. Alat pembaca pengenal karakter tinta magnetik (MICR) Digunakan dibank-bank Amerika untuk transaksi cek.Bank memproses cek yang ditulis dengan tinta magnetik pada bagian bawah dari cek. Nomor cek yang dikeluarkan kemudian dituliskan pada tempat lain, alat MICR ini akan meraba dan membaca nilai-nilai tersebut. Optical Character Recognition (OCR) reader, bar code reader, dan Optical Mark Recognition (OMR) reader.OCR reader dapat membaca tulisan tangan, OCR meraba masing-masing karakter yang dibaca dan dibandingkan dengan bentuk karakter yang disimpan di memori OCR. OCR tag reader, dipergunakan di swalayan untuk membaca label data barang yang dicetak dalam bentuk font karakter OCR. Ex : Bar code reader. Bar code wand (berbentuk batang pena) dan bar code windows (jendela kaca) Optical MARK Recognizion (OMR) ; biasanya digunakan untuk penilaian test masuk scoring, yang membaca kertas yang telah diisi denganpensil 2B.







SINYAL MODULASI

Modulasi adalah pengaturan parameter dari sinyal pembawa (carrier) yang berfrekuensi tinggi sesuai sinyal informasi (pemodulasi ) yang frekuensinya lebih rendah , sehingga informasi tersebut dapat disampaikan. Modulasi di perlukan karena
 Meminimalisasi interferensi sinyal pada pengiriman informasiyang menggunakan frekuensi sama atau berdekatan
 Dimensi antenna menjadi lebih mudah diwujudkan
 Sinyal termodulasi dapat dimultiplexing (prosesmenggabungkan beberapa sinyal untuk ditransmisikan serentak pada satu kanal ) dan ditransmisikan via sebuah saluran transmisi.
 Mempermudah meradiasikan sinyal

Pengiriman sinyal akan memiliki performance yang baik.
Selain itu, kalau kamu perhatikan dengan saksama ada FM, AM, MHz, kHz, GHz.Nah apakah itu?.Itu merupakan frekuensi pada radio.Frekuensi radio menunjuk ke spektrum elektromagnetik di mana gelombang elektromagnetik dapat dihasilkan oleh pemberian arus bolak-balik ke sebuah antena. Frekuensi seperti ini termasuk bagian dari spektrum misalnya very high frequency (VHF) fekuensinya antara 30 - 300 MHz dengan panjang gelombang antara 10 m – 1 m, low frequency (LF) frekuensinya antara 30 – 300 kHz dengan panjang gelombang 10 km – 1 km,super high frequency (SHF) frekuensinya antara 3 – 30 GHz dengan panjang gelombang 100 mm – 10 mm.
Proses Modulasi
Informasi yang berada di wilayah A akan ditransmisikan ke wilayah B. Informasi tersebut pertama-tama diubah menjadi bentuk sinyal informasi dan ditransmisikan melalui sinyal pembawa / carrier. Proses inilah yang disebut proses modulasi dengan menggunakan alat modulator (peralatan untuk melaksanakan proses modulasi). Setelah tiba di wilayah B, sinyal informasi tersebut harus diubah lagi ke dalam bentuk informasi awal, dengan melakukan proses demodulasi dengan menggunakan alat demodulator (peralatan untuk memperoleh informasi informasi awal (kebalikan dari dari proses modulasi). Perlu diingat bahwa informasi ditransmisikan dari frekuensi rendah ke frekuensi tinggi.Semakin tinggi frekuensinya maka semakin jauh jangkauan antarnya (bandwidth). Dan juga perlu diingat dalam proses men-transmisikan informasi, perangkat tidak hanya digunakan modem, tetapi juga input-output transducer (mentransformasikan suatu bentuk energi menjadi ke bentuk energi yang lain), encoder -decoder, serta transmitter-receiver.
Jenis-jenis modulasi
Secara garis besar modulasi terbagi menjadi modulasi analog dan modulasi digital.Perbedaan mendasar antara modulasi analog dan digital terletak pada bentuk sinyal informasinya.Pada modulasi analog, sinyal informasinya berbentuk analog dan sinyal cariernya analog.Sedangkan pada modulasi digital, sinyal informasinya berbentuk digital dan sinyal cariernya analog.
a. Modulasi Analog
Modulasi analog sendiri dibagi menjadi .
•Modulasi Analog Linier
Yang termasuk dalam modulasi analog linier adalah Amplitude Modulation (AM).Amplitude Modulation adalah salah satu bentuk modulasi dimana sinyal informasi digabungkan dengan sinyal pembawa (carrier) berdasarkan perubahan amplitudonya. Disebut linier karena frekuensi sinyal pembawa tetap / konstan. Besarnya amplitudo sinyal informasi mempengaruhi besarnya amplitudo dari carrier, tanpa mempengaruhi besarnya frekuensi sinyal pembawa.Parameter sinyal yang mengalami perubahan adalahamplitudonya, Amplitudo sinyal pembawa berubah-ubah sesuai dengan perubahan amplitudo sinyal informasi. Rentang frekuensi AM adalah 500 Hz - 1600 KHz dan panjang gelombang atau amplitudo AM adalah 1600 KHz – 30000 KHz. Jika direntangkan dengan satuan meter, jangkauan sinyal AM bisa mencapai puluhan ribu kilometer.
AM adalah metode pertama kali yang digunakan untuk menyiarkan radio komersil.Kelemahan dari sistem AM adalah mudah terganggu oleh gangguan atmosfer dan kualitas suara terbatasi oleh bandwidth yang sempit.




























•Modulasi Analog Non-linier
Modulasi Analog Non-linier biasa juga disebut modulasi sudut.Disebut non-linier karena frekuensi sinyal pembawa bisa berubah-ubah.Pada modulasi ini, besarnya amplitudo sinyal informasi mempengaruhi besarnya frekuensi dari carrier tanpa mempengaruhi besarnya amplitudo sinyal pembawa.Yang termasuk dalam modulasi ini adalah Frequency Modulation (FM) dan Phase Modulation (PM).Parameter sinyal yang mengalami perubahan adalah frekuensi dan fasenya, frekuensi sinyal pembawa berubah-ubah sesuai dengan perubahan amplitudo sinyal informasi (untuk FM) dan fase sinyal carrier berubah-ubah sesuai dengan perubahan amplitudo sinyal informasi (untuk PM).

Media Transmisi
Pengertian transmisi
Elemen transmisi
Pembatasan transmisi
Proses Peralihan 2-4 Kawat
Parameter Transmisi


Pengertian Transmisi
Transmisi adalah proses pemindahan informasi antara dua titik dr suatu sistem atau jaringan.Dapat juga diartikan sebagai perpindahan sinyal listrik, pesan,
atau bentuk lainnya dari satu lokasi ke lokasi lainnya.Merupakan elemen suatu sistem telekomukasi yg penting selain penyambungan (switching) dan pensinyalan (signaling)

Elemen Transmisi
Elemen yang membentuk sistem transmisi :


Transmitter
Memproses sinyal input dan menghasilkan sinyal yg dipancarkan yg sesuai dengan karakteristik kanal transmisi.
• Meliputi proses pengkodean (encoding) dan modulasi.
• Transmission channel
• Medium listrik yg menjembatani jarak antara sumber dan tujuan.
• Bisa kawat, radio atau fiber optik.
• Disini terjadi proses redaman atau loss.
• Juga terjadi distorsi disini karena redaman yg berbeda pada frekuensi yg berbeda.
• Receiver
• Melakukan pemprosesan sinyal output dr kanal utk dibagikan ke user.
• Proses yg terjadi disini : filtering, penguatan sinyal sebagai kompensasi rugi2 transmisi, ekualisasi utk mengurani distorsi,demodulasi dan decoding.
• Noise, distorsion dan interferensi
• Merupakan semua faktor yg tdk diingini saat transmisi.



Penyampaian informasi/teknik transmisi dlm telekomunikasi
dpt dianalogikan dng perpindahan barang berikut ini :
1. Barang yg akan dikirim diberikan ke perusahaan jasatransportasi, akan dikodekan dulu dan dipaketkan.
2. Jika barang yg akan dikirim tdk sesuai/tdk lebih efisien, makadilakukan perubahan bentuk/pemotongan seizin pemilikbarang. Kemudian dipacking.
3. Perusahaan transportasi itu tdk hanya menerima 1 pengirimansaja tapi banyak. Sehingga barang2 tersebut dikelompokkanmenurut tujuan dan jenis barangnya. Hal ini dikenal sebagai multiplexing.

4. Packing yg akan dikirim, dimuat dlm pesawat, kapal, bus dll.Ini dikenal dng modulation.
5. Semua kendaraan tsb menggunakan sarana perjalanannya seperti bus memakai jalan, pesawat memakai udara dll. Ini dikenalsebagai media transmisi.


 Jadi pd proses transmisi, tahapannya sbgi berikut :
1. Perubahan bentuk informasi
2. Multiplexing
3. Transmisi melewati media
4. Proses depacking
8

 Pembatasan transmisi
- Telinga manusia mampu mendengar dari 30 Hz – 30 KHz.
- Suara manusia mempunyai mempunyai lebar frequensi 300Hz – 3400 Hz
- Kanal suara adalah 0 – 4 KHz
- Biasanya lebar kanal pada telekomunikasi diukur dengan lebarkanal suara9 Proses Peralihan 2-4 Kawat
- Proses pembicaraan telepon merupakan proses pembicaraan2 arah.
- Bila transmisi 2 arah ini penyalurannya melalui sepasang kawat ygsama disebut saluran transmisi 2 kawat.
- Utk trasmisi radio, suatu pembicaraan dr dua arah ygberlawanan memerlukan kanal transmisi yg berbeda.
- Diperlukan 2 kawat utk transmisi dan 2 kawat utk penerima,sehingga ada saluran transmisi 4 kawat

 Proses Peralihan 2-4 Kawat
- Gbr memperlihatkan proses peralihan 2 kawat ke 4 kawat.
- Untuk jaringan lokal dipakai saluran 2 kawat , utk trunk dipakaisaluran 4 kawat.

Parameter Transmisi
Ada 4 parameter yang berpengaruh pada kanal suara yaitu:
• Signal power level
• Attenuation distortion.
• Delay distortion
• Noise dan signal to noise ratio (S/N)


Signal Power Level
Satuan power dalam telekomunikasi mempunyai batas yang
sangat lebar. Selain itu dalam sistim tersebut sering ada
penguatan maupun redaman yang hasil nya merupakan
perkalian maupun pembagian. Untuk mempermudah maka
diberi satuan logaritmis yaitu desibel (db)
Signal Power Level

Jika P2 > P1 :
• Ini disebut penguatan (gain)
• G = 10 l P2 / P1 dBP1 P2log x Jika P2 < P1 :
• Ini disebut redaman (loss atau Attenuation)
• L = 10 log P1 / P2 x dB Signal Power Level
ADA DUA MACAM POWER LEVEL
• Relative power level :
- jika yang dibandingkan adalah power yangbesarnya berubah (tidak tetap)
- dB 10 log P2 / P1
• Absolute Power Level :
- jika yang dibandingkan adalah powernya tetap
- dBm atau dBw10 log P(mw) / 1mw x dBm10 log P(watt) / 1watt x dBw

Contoh: Power 1watt
= 10 log 1watt / 1watt = 10 log 1 = 0 dBw atau
= 10 log 1000 mw / 1mw = 10 log 1000 = 30 dBm





Macam2 power level dlm sistem
Transmisi

Signal Power Level
Selain itu, hal yg perlu dipertimbangkan :
- dBmp, yaitu bila diberikan bobot tertentu (psopho metricallyweighted) untuk kanal suara (0 – 4 KHz) bobot tersebutadalah 3,6 dB. Jadi jika suatu power level sebesar dBm untuk( . 3,6) dBmp
- dBrn, yaitu jika dibandingkan dengan 1 Pw agar semuanyapositif (rn = reference noise) jika diberi bobot maka disebutdBrnc.




Attenuation distortion
Adalah akibat rugi-rugi energi (energy losses) yang terjadi
selama sinyal berjalan melalui media transmisi.
Redaman yang dialami sinyal tidak merata untuk seluruh
lebar frequensi maka sinyal cacat (cacat redaman)
menyebabkan timbulnya attenuetion distortion yang
mempengaruhi sinyal output.


Delay Distortion
- Sinyal perlu waktu untuk merambat melalui saluran transmisidan waktu tergantung dari kecepatan merambat dantergantung media yang dilalui yang membutuhkan penundaanwaktu (delay)
- Penundaan waktu tidak sama untuk seluruh lebar frekuensiyang dikirimkan.Delay Distortion
- Gambar perubahan delay sesuai frekuensi dan karakteristiklinear untuk lebar ditengah-tengah frekuensi tertentu.

Noise
Beda NOISE atau Distortion
- NOISE atau Derau merupakan penyebabnya
- DISTORTION atau cacat merupakan akibatnyaDalam transmisi biasanya yang diperhatikan bukanlah noisepigure tapi Signal to Noise Ratio (perbandingan antara sinyaldengan noise).10 log (S/N) [dB] = 10 log [dBm] – 10 log [dBm]23 Noise
Makin tinggi S/N makin baik transmisinya. Oleh karena itu ada
batas minimum yang ditetapkan bersama.

Thermal Noise
- Terdapat pada semua media transmisi dan semua peralatantelekomunikasi.
- Timbul karena pergeseran electron bebas timbul thermalnoise jika temperature alat/media diatas 0 absolute ( K)
- Noise Voltage (Vn) :Vn = 4 KTWR volts
Dimana :
W = bandwitch (Hz)
T = Temperature absolute (( K)
K = kontanta Boltzmann’s (1,37 x 10 J/K)
R = Tahanan dalam. Sumber tegangan25
Thermal Noise
- Thermal noise dlm bentuk dB :Vn = -228.6 dBW + 10 log T + 10 log B
- Jika memperhitungkan noise figure :Vn = -228.6 dBW + 10 log 290 + NF + 10 log B
Contoh :
- Suatu penerima memiliki suhu 100 K dan bandwith 10 MHz.Berapa thermal noise yg diterimanya pd titik ini ...
Jawab :
Vn = -228.6 dBW+10log1x100+10log1x107= -138.6 dBW
Intermodulation Noise
- Disebabkan karena intermodulasi antar sinyal pada salurantransmisi yang bersifat non linear, misalnya :
- Level setting dari input peralatan yang bekerja pada suatudaerah kerja yang non linear
- Komponen, sehingga peralatan bekerja pada daerah yang nonlinear
- Non linear envelope delay
- Misala ada 2 sinyal yg lewat pd suatu medium yg non linierF1 dan F2, maka sinyal yg dihasilkan adlh :
- 2F1, 2F2, F1±F2, 2F1±F2, 2F2±F1 dst27 Crosstalk
- Pembicaraan silang : suatu sambungan (coupling) yang tidakdiinginkan yang terjadi pada saluran pembicaraan.

S/N Ratio
- Merupakan kriteria yg paling ditentukan dlm system telekomunikasi
- (S/N) dlm dB = level sinyal – level noise
- Contoh :
- Level sinyal suatu sistem telekomunikasi adlh 30 dB sedangkannoisenya memiliki daya 15 dB. Maka S/N nya adalah :S/N = 30 dB – 15 dB = 15 dB

Eb/No Ratio Contoh :
Bila sistem penerimaan digital memiliki daya -151 dBW dan
memiliki suhu noise 1500 K, berapakan Eb/No nya untuk link
transmisi 2400 bps?
Penyelesaian :
Eb/No = -151dBW – 10log 2400 – 10log 1500 + 228.6 dBW= 12 dB




Sistem Switching

Dalam dunia telekomunikasi, jaringan circuit switching adalah jaringan yang mengalokasikan sebuah sirkuit (atau kanal) yang dedicated di antara nodes dan terminal untuk digunakan pengguna untuk berkomunikasi. Sirkuit yang dedicated tidak dapat digunakan oleh penelepon lain sampai sirkuit itu dilepaskan, dan koneksi baru bisa disusun. Bahkan jika tidak ada komunikasi berlangsung pada sebuah sirkuit yang dedicated, kanal tersebut tetap tidak dapat digunakan oleh pengguna lain. Kanal yang dapat dipakai untuk hubungan telepon baru disebut sebagai kanal yang idle.
Untuk call setup dan pengendalian (dan keperluan administratif lainnya) dapat digunakan sebuah kanal pensinyalan yang dedicated dari node terakhir ke jaringan. ISDN adalah salah satu layanan yang menggunakan sebuah kanal pensinyalan terpisah. Plain Old Telephone Service (POTS) tidak memakai pendekatan ini.
Sebuah metoda untuk membangun, memonitor perkembangan, dan menutup sebuah koneksi adalah dengan memanfaatkan sebuah kanal terpisah untuk keperluan pengontrolan, misalnya untuk linksantar telephone exchanges yang menggunakan CCS7 untuk komunikasi call setup dan informasi kontrol dan menggunakan TDM untuk transportasi data di sirkuit tersebut.
Sistem telepon zaman dahulu merupakan contoh penggunaan circuit switching. Pelanggan meminta operator untuk menghubungkan mereka dengan pelanggan lain, yang mungkin berada pada yang sama, atau melalui sebuah inter-exchange link dan operator lain. Dimanapun posisi para pelanggan ini, tetap terbentuk sebuah koneksi antar telepon kedua pelanggan selama hubungan telepon berlangsung. Kawat tembaga yang sedang digunakan untuk koneksi ini tidak dapat digunakan untuk hubungan telepon lain, walaupun para pelanggan ini tidak sedang berbicara dan jalur ini dalam kondisi tidak digunakan (silent).
Akhir-akhir ini sudah dapat dilakukan multiplexing terhadap berbagai koneksi yang terdapat pada sebuah konduktor, namun demikian tetap saja setiap kanal pada link yang mengalami multiplexing selalu berada pada salah satu dari dua kondisi ini : dedicated pada sebuah koneksi telepon, atau dalam keadaan idle. Circuit switching mungkin relatif tidak efisien karena kapasitas jaringan bisa dihabiskan pada koneksi yang sudah dibuat tapi tidak terus digunakan (walaupun hanya sebentar). Di sisi lain, keuntungannya adalah cepatnya membuat koneksi baru, dan koneksi ini bisa digunakan dengan leluasa selama dibutuhkan.
Pendekatan lain adalah packet switching yang membagi data yang akan dikirimkan (misalnya, suara digital atau data komputer) menjadi kepingan-kepingan yang disebut paket, yang lalu dikirimkan melewati sebuah shared network. Jaringan packet switching tidak membutuhkan sebuah sirkuit khusus untuk melakukan koneksi. Dengan pendekatan ini banyak pasangan node dapat melakukan komunikasi yang hampir simultan pada kanal yang sama. Dengan tiadanya koneksi yang dedicated, masing-masing paket yang diberikan dilengkapi dengan alamat tujuan sehingga jaringan dapat mengirimkan paket tersebut ke tujuan yang diinginkan.

Packet Switching Merupakanpengembangan dariCircuit Switchingmerupakan jaringan telekomunikasi yang awalnya digunakan untuk komunikasi suara seperti telephone. Dengan perkembangan komunikasi data circuit switching mulai melakukan transmisi bukan hanya suara tetapi juga data. Pada koneksi suara circuit switching bekerja baik karena sebagian waktu dipakai untuk satu pihak, seperti halnya telephone antara dua orang yang bergantian berbicara. Akan tetapi pada koneksi maupun komunikasi data waktu yang dipakai terbuang, misal koneksi dari satu host ke server akan banyak waktu nya idle. Sehingga circuit switching kurang efisien diterapkan pada komunikasi data.

Packet Switching merupakan suatu teknik komunikasi data yang terjadi pada Protocol WAN dimana data ditranmisikan kedalam paket-paket data dan apabila terdapat suatu data atau message panjang dan melebihi kapastitas transmisi akan dipotong menjadi barisan-barisan paket yang kecil. Setiap paket untuk dikirim terdiri dari data user dan info control. Info control sendiri merupakan suatu info pada paket data dan berisi alamat tujuan dimana paket tersebut dapat ditransfer melalui jaringan untuk mencapai tujuan.

Pada packet switching packet data akan dikonfersi kebentuk data rate yang mana dua buah station berbeda data rate nya dapat saling berhubungan dan tukar informasi. Apabila traffic suatu jaringan mulai padat akan dilakukan pemblokan pada packet/call yang akan diterima, hal ini dilakukan melihat kondisi beban traffic jaringan lagi padat dan jika traffic mulai menurun maka call akan diijinkan masuk. Untuk packet switched network packet diijinkan masuk tetapi delay delivery akan bertambah sesuai banyaknya packet yang masuk. Untuk delay waktu akan diprioritaskan pada packet yang pertama kali diterima dan selanjutnya. Berbeda untuk circuit switching koneksi packet data harus dengan data rate yang konstan artinya setiap perangkat yang terhubung dengan perangkat lain mengirimkan rate data yang sama. Dan hal ini yang membatasi koneksi suatu host dengan workstation.






Sistem Komunikasi Satelit
Prinsip dasar komunikasi satelit adalah sistem komunikasi radio dengan satelit sabagai stasiun pengulang. Konfigurasi suatu sistem komunikasi satelit terbagi atas dua bagian, yaitu: ruas bumi (ground segment) dan ruas angkasa (space segment). Ruas bumi terdiri dari beberapa stasiun bumi yang berfungsi sebagai stasiun bumi pengirim dan stasiun bumi penerima, sedangkan ruas angkasa berupa satelit yang menerima sinya yang dipancarkan dari stasiun bumi pengirim, kemudian memperkuatnya dan mengirimkan sinyal tersebut ke stasiun bumi penerima.

Pada sistem komunikasi satelit yang menggunakan orbit geosinkron, jarak yang harus ditempuh sangat jauh, yaitu sekitar 36.000 km. Hal ini menyebabkan redaman lintasan menjadi sangat besar, sehingga level daya terima sangat lemah. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan peralatan yang mempunyai kehandalan tinggi, baik dari segmen angkasa maupun segmen bumi. Sesuai dengan ketinggian orbitnya, sistem komunikasi satelit bergerak terdiri dari tiga jenis orbit, yaitu:
a. LEO (Low Earth Orbit) pada ketinggian 500 km sampai dengan 2.000 km.
b. MEO (Medium Earth Orbit) pada ketinggian 5.000 km sampai dengan 20.000 km.
c. GEO (Geosynchronous Earth Orbit) pada ketinggian 35.786 km.
Link Komunikasi Satelit
Dalam link komunikasi satelit terdapat dua lintasan utama, yaitu uplink dan downlink. Uplink merupakan lintasan dari stasiun bumi ke satelit, sedangkan downlink merupakan lintasan dari satelit ke stasiun bumi. Untuk hubungan link komunikasi dapat dilakukan melalui beberapa konfigurasi, yaitu: hubungan point-to-point, point-to-multipoint, multipoint-to-poit, dan multipoint-to-multipoint. Dalam sistem komunikasi satelit, untuk uplink biasa digunakan konfigurasi multipoint-to-point, sedangkan untuk downlink biasanya menggunakan konfigurasi point-to-multipoint (broadcast). Hubungan dalam komunikasi satelit dapat dikelompokkan dalam tiga bagian
yaitu:
a. Uplink, yaitu hubungan dari stasiun bumi ke satelit.
b. Downlink, yaitu hubungan dari satelit ke stasiun bumi.
c. Inter Satellite Link (ISL), yaitu lintasan full duplex antara dua satelit.

Parameter Link Sistem Komunikasi Satelit
Parameter link sistem komunikasi satelit terdiri dari penguatan antena, EIRP, redaman ruang bebas, kerapatan fluks daya, daya sinyal pembawa dan derau. Dengan parameter ini, persyaratan teknik yang harus dipenuhi oleh sistem dapat ditentukan, yang pada akhirnya dapat diperoleh rancangan sistem dengan kualitas sinyal sesuai dengan yang diharapkan. Parameter-parameter yang diperlukan dalam perhitungan link dapat dilihat dari gambar dibawah ini :

a) Penguatan Antena
Penguatan antenna adalah perbandingan daya yang dipancarkan (diterima) dalam tiap satuan luas pada arah tertentu oleh suatu antena dengan daya yang dipancarkan (diterima) dalam luas yang sama dengan menggunakan antena isotropic jika keduanya diberi daya yang sama. Dalam komunikasi satelit, jenis antena yang biasa digunakan untuk satelit adalah antena parabola, dimana nilai penguatannya dapat dihitung dengan rumus:

Jika penampangnya berupa lingkaran, maka







b) Daya Pancar Isotropis Efektif (EIRP)
EIRP (Equivalent Isotropic Radiated Power) merupakan parameter yang menunjukkan nilai efektif daya yang dipancarkan dari antena yang memiliki penguatan sendiri. Bila terdapat rugi-rugi feeder, maka akan mengurangi nilai dari EIRP:

Dimana:
TX P = daya pancar sinyal pembawa (dBm)
TX G = penguatan antena pengirim (dB)
ft L = redaman saluran transmisi (dB)

c) Redaman Ruang Bebas fs L (FSL)
Redaman ruang bebas atau FSL (Free Space Loss) dipengaruhi oleh jarak stasiun bumi ke satelit dan besarnya frekuensi karier yang digunakan dalam transmisi radio. Besarnya redaman ruang bebas dapat dicari dengan menggunakan persamaan:

Dimana:
TR d = jarak transmisi dari stasiun bumi ke satelit dalam satuan meter (m).
λ = panjang gelombang dalam satuan meter (m).
Jika dinyatakan dalam bentuk logaritmis diperoleh persamaan:


d) Kerapatan Fluks Daya
Pada arah pancar juga dikenal kerapatan fluks daya (power flux density) dalam satuan 2 watt/m , yang dinyatakan dengan:

Dimana:
EIRP = effective isotropic radiated power dalam satuan watt.
d = jarak antara stasiun bumi dengan satelit dalam satuan meter (m).
L = rugi propaga

e) Daya Sinyal Pembawa
Daya sinyal pembawa (carrier) sering juga disebut sebagai Receive Signal Level atau RSL. Daya sinyal pembawa ada dua macam, yaitu daya sinyal pembawa arah uplink dan daya sinyal pembawa arah downlink. Daya sinyal pembawa arah uplink adalah daya yang diterimma satelit dari stasiun bumi pemancar setelah mengalami redaman ruang bebas arah uplink, rugi-rugi tambahan dan penguatan di satelit. Sedangkan daya sinyal pembawa arah downlink adalah daya yang diterima stasiun bumi penerima yang berasal dari daya pancar satelit setelah mengalami redaman ruang bebas arah downlink, rugi-rugi tambahan dan penguatan antenna stasiun bumi penerima. Secara umum persamaan matematisnya dapat dituliskan sebagai berikut:



f) Daya Derau
Derau merupakan sinyal pengganggu yang bercampur dengan sinyal informasi sehingga menyulitkan penerima untuk mendapatkan informasi asli yang dikirimkan. Derau ini akan sangat merugikan jika spektrumnya berada dalam cakupan spectrum sinyal berguna (spektrum sinyal yang digunakan). Model derau yang paling banyak digunakan adalah derau putih (white noise) yaitu derau yang spektrumnya selebar spektrum sinyal berinformasi B dengan kepadatan daya spektral No yang konstan. Temperatur derau antena tergantung dari beberapa aspek, seperti: pola penguatan antena, temperatur langit (ruang bebas), ekivalen temperatur derau atmosfir, serta temperatur derau dari matahari. Besarnya daya derau dapat dihitung menggunakan persamaan:



Pada komunikasi satelit, karena jarak yang sangat jauh, maka sinyal yang diterima pada user maupun di satelit akan melemah. Sehingga untuk memenuhi persyaratan C/N yang ditentukan, maka dibutuhkan receiver dengan noise thermal sekecil mungkin. Umumnya noise thermal untuk satelit adalah sekitar 450 – 600 K. Besarnya nilai temperatur (T) untuk suatu sistem penerima dapat dihitung dengan menggunakan rumus:




g) Kualitas Sinyal Total
Kualitas sinyal total diperoleh dari perhitungan link budget arah uplink dan linkbudget arah downlink, sehingga kualitas sinyal total dari sistem komunikasi satelit adalah:


h) Bit Error Rate (BER)
Besarnya BER tergantung pada besarnya Eb/No sistem, dimana Eb/Nomerupakan perbandingan antara energi bit dengan rapat daya derau pada keluaran demodulator. Energi bit tiap informasi didefinisikan sebagai energi yang terakumulasi pada penerima dari penerimaan power carrier (C) selama interval waktu yang setara dengan waktu yang diperlukan untuk menerima bit informasi adalah


Hubungan antara Eb/No dan BER tergantung pada tipe modulasi dan Forward Error Correction (FEC) yang digunakan pada sistem.
Waktu Tunda
Waktu tunda adalah selisih antara waktu sinyal tiba di penerima dengan waktu saat sinyal dikirim. Waktu tunda pada komunikasi satelit adalah:











Jarak antar user dengan satelit d adalah:

l = lintang dari user
L = selisih bujur dari user dan satelit

PENGERTIAN TELEKOMUNIKSI

PENGERTIAN TELEKOMUNIKSI

KONSEP DASAR TERMINAL TELEKOMUNIKASI
Telekomunikasi adalah teknik pengiriman atau penyampaian infomasi, dari suatu tempat ke tempat lain. Dalam kaitannya dengan 'Telekomunikasi' bentukkomunikasi jarak jauh dapat dibedakan atas tiga.

 Komunikasi Satu Arah (Simplex). Dalam komunikasi satu arah (Simplex) pengirim dan penerima informasi tidak dapat menjalin komunikasi yang berkesinambungan melalui media yang sama. Contoh :Pager, televisi, dan radio.
 Komunikasi Dua Arah (Duplex). Dalam komunikasi dua arah (Duplex) pengirim dan penerima informasi dapat menjalin komunikasi yang berkesinambungan melalui media yang sama. Contoh :Telepon dan VOIP.
 Komunikasi Semi Dua Arah (Half Duplex). Dalam komunikasi semi dua arah (Half Duplex)pengirim dan penerima informsi berkomunikasi secara bergantian namun tetap berkesinambungan. Contoh :Handy Talkie, FAX, dan Chat Room.

Terminal adalah suatu electrical interface antara suatu saluran dengan sumber berita, meskipun interface ini tidak memproduksi signal-signal itu sendiri. Kemampuan telekomunikasi dibatasi oleh :

1. Power dari signal yang tersedia
2. Latar belakang noise yang tidak dapat dielakkan
3. Keharusan membatasi bandwidth

SISTEL
Sistem Telekomunikasi adalah suatu kesatuan (totalitas) yang terdiri dari bagian-bagian yang disebut subsistem yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu.



SISTEL (Sistem Telekomunikasi) terdiri dari :

 Pengirim, pemancar, sumber info
 Penerima, tujuan
 Media transmisi

Komponen SISTEL terdiri dari :

 Terminal Equipment (TE)
 Switching Equipment (Sentral)
 Transmission Line (Kabel,Radio&Satelit)
Terminal Equipment

Terminal Equipment (TE) sebagai suatu device yang merupakan sumber informasi yang hendak disampaikan ke tujuan tertentu dan juga dapat berupa pesawat telepon,komputer dll, bertindak sebagai pengirim dan penerima.

- Interface (antar muka) antara network/jaringan dan manusia/mesin.
- Mengubah informasi ke signal electric.

Switching Equipment

Switching Equipment (Sentral) sebagai alat penyambung antara saluran yang satu dengan saluran yang lain sehingga informasi yang dibawa oleh saluran sampai kepada tujuan.

Media Transmisi

Media Transmisi adalah sebagai perantara / penyampai antara terminal dengan sentral atau sentral dengan sentral guna menyalurkan informasi dari pengirim ke penerim.

Perangkat Terminal
Perangkat Terminal, perangkat disisi pelanggan (CPE) fungsinya untuk :
- Memanggil dan menerima secara bergantian.
- Memanggil saja
- Menerima saja


Fungsi dasar terminal telekomunikasi adalah melakukan konversi sinyal informasi dari pengguna menjadi bentuk yang dapat diteruskan sesuai dengan karakteristik sistem/jaringan telekomunikasi yang digunakan, dan sebaliknya.

Pada umumnya terminal merupakan suatu transducer. Transducer adalah sebuah alat yang fungsinya untuk merubah suatu energi dari suatu bentuk ke bentuk lain. Selain itu transducer juga bisa sebagai interface antara suatu saluran dengan sumber berita.


JENIS – JENIS TERMINAL
Terminal yang tergantung dari signal yang akan disalurkan untuk dikirimkan adalah sebagai berikut:
1. Terminal untuk penyaluran signal-signal suara, yaitu:
- Radio penerima
- Telepon
2. Terminal untuk penyaluran signal-signal tulisan, yaitu:
- Telegrafi
- Teleprinter
3. Terminal untuk penyaluran signal-signal gambar, yaitu:
- Facsimile
- Televisi
4. Terminal untuk penyaluran signal-signal data, yaitu:
- Modem

2.Terminal untuk Suara
Terminal untuk suara berfungsi untuk menangkap sinyal yang berupa gelombang dan diterjemahkan dalam bentuk suara oleh instrument instrument di dalam alat penerima sinyal tersebut. Terminal ini dapat mengubah sinyal yang didapatkan dengan menggunakan suatu transduser,sehingga apabila sinyal dan gelombang masuk ke alat penerima, transduser akan mengolah sinyal dan gelombang tersebut menjadi suara yang dapat didengar oleh manusia.
Komponen Komunikasi Suara
1. Sumber Suara
2. Media Transmisi
3. Penerima



Sumber Suara
Merupakan elemen yang bertugas mengirimkan informasi, contoh : Pesawat Telepon, dan Handphone
• Tugas : membangkitkan berita dan informasi dan menempatkannya di media transmisi.
• Pada umumnya dilengkapi transmitter yang berfungsi untuk mengubah informasi menjadi bentuk yang sesuai dengan media yang digunakan.
Media Transmisi

Transmisi data merupakan proses pengiriman data dari sumber ke penerima data.
• Beberapa media yang digunakan sebagai channel transmisi/carrier data :
– Kabel
– Gelombang elektromagnetik
– Satelit
Telephon

Telephon adalah suatu bentuk terminal untuk menerima dan mengirimkan signal suara atau signal yang berbentuk gelombang akustik. Batas frekuensi suara manusia adalah dari 300 Hz – 3,4 KHz.

Komponen dan Cara Kerja Telephon


kabel
loadspeaker

microfon

suara diubah menjadi sinyal listrik oleh Mikrofon, sinyal-sinyal ini disssalurkan melalau kabel, diperkuat oleh Amplifier dan diubah kembali menjadi suara yang dipancarkan oleh loudspeaker.

3.Terminal untuk Tulisan

Terminal untuk tulisan merupakan terminal yang mengolah informasi yang dikirimkan dan yang diterima berbentuk tulisan atau huruf-huruf.Tiap-tiap huruf-huruf diwakili oleh kombinasi dari simbol-simbol tertentu.Sehingga dengan melalui proses coding ,kombinasi dan symbol-simbol ini dapat diubah menjadi tulisan yang sesuai dengan maksud pengirim, terminal untuk tulisan ini memiliki mekanisme alat yang berbeda dengan terminal lainnya,karena terminal ini mengubah dari sinyal gelombang,menjadi tulisan diatas kertas maupun dalam bentuk digital seperti SMS.Terminal untuk tulisan informasi yang dikirimkan dan yang diterima berbentuk tulisan atau huruf-huruf.Tiap-tiap huruf-huruf diwakili oleh kombinasi dari simbol-simbol tertentu.

TELEGRAPHY
Sistem telegrafi diwakili oleh kode-kode yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
• KODE MOUSE : Merupakan kombinasi dari kedua elemen-elemen titik-titik dan garis-garis.
• Kode Undulator : Kode ini dikembangkan untuk komunikasi yang menggunakan kabel laut. Kode ditentukan dengan plus, minus, dan nol sertamempunyai kombinasi yang sama dari arus-arus panjang dan pendek seperti kode morse.











Full Duplex :Jika ada kemungkinan pengiriman kedua belah arah secara bersamaan.Pesawat Teleprinter untuk Telegrap atau pesawat telex untuk hubungan telex,terdiri dari :
1. Pengirim,utk mengirimkan kode telegrap.
2. Penerima,sbg penerima kode telegrap.
3. Pencetak,sbg pencetak sesuai kombinasi kode yg diterima.
4. Motor,sbg penggerak alat mekanik
5. Keyboard,utk mengirimkan kode secara manual
6. RCU (Remote Contol Unit), untuk membangun hubungan :
a). Pesawat Teleprinter utk hubungan PtP melalui saluran sewa atau saluran khusus.
b). Pesawat Telex utk hubungan sentral telex/sentral data perlu alat utk seleksi yg dapat dilakukan dengan Rotary Dial dan Keyboard Selection.



Syarat Kerja Teleprinter :
Pesawat bekerja berdasarkan prinsip start-stop,
panjang pulsa 20 ms dan berurutan panjang pulsa stop 30 ms,
Kecepatan pesawat 50 bps.
Telegrap menggunakan jaringan sendiri terpisah dari jaringan utk suara.



4. Terminal untuk Gambar
Terminal untuk gambar dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu:
- Gambar diam
- Gambar bergerak



 Gambar diam

Terminal untuk gambar diam MMS
Multimedia Messaging Service (MMS) adalah sebuah standar layanan pesan telepon yang memungkinkan untuk mengirim pesan yang mengandung objek multimedia, seperti gambar, audio, video, dan rich text.Layanan ini berbeda dengan Sms (Short Messaging Service) yang hanya dapat mengirim pesan teks saja. MMS digunakan bersama-sama dalam sebuah jaringan selular dengan sistem perpesanan lainnya, seperti SMS, Mobile Instant Messaging, dan Mobile E-mail Standarisasi MMS dilakukan oleh 3GPP

FACSIMILE

Prinsip kerja dari pengiriman gambar diam dari facsimile adalah:

Cara Kerja: Gambar yang akan dikirim ditempelkan mengelilingi sebuah drum D. Sumber cahaya yang melewati lensa akan menyinari gambar tersebut. Refleksi sinar ini akan diterima oleh PEC (Photo Electric Cell). Dengan berputarnya Drum, sinar direfleksikan akan berubah-ubah intensitasnya sesuai warna gambar yang disinari. Arus dari photocell akanberubah-ubah sesuai dengan perubahan intensitas yang diterima. Seluruh bagian gambar akan kena diraba (scanning).
Prinsip kerja dari pengiriman gambar diam dari facsimile adalah:
Gambar yang akan dikirim ditempelkan mengelilingi sebuah drum D. Sumber cahaya yang melewati lensa akan menyinari gambar tersebut.
Refleksi sinar ini akan diterima oleh PEC (Photo Electric Cell). Dengan berputarnya Drum, sinar direfleksikan akan berubah-ubah intensitasnya sesuai warna gambar yang disinari. Arus dari photocell akanberubah-ubah sesuai dengan perubahan intensitas yang diterima. Seluruh bagian gambar akan kena diraba (scanning).

.




 Gambar bergerak

Terminal gambar bergerak mengolah sinyal yang didapatkan menjadi listrik uang dapat di gunakan untuk memproyeksikan gambar,contohnya televisi, dalam televisi ada televisi dengan CRT dan televisi dengan LCD.

TELEVISI
Prinsip dasar dari facsimile kemudian dikembangkan menjadi prinsip dasar dari sistem televisi.Bedanya ialah pada televisi gambar yang dikirimkan adalah gambar b kecepatan dan bergerak.
Untuk menimbulkan kesan “gambar hidup”, maka diperlukan pergantian gambar sebanyak 25 gambar perdetik detik.Jadi satu gambar mempunyai waktu diperlihatkan selama 1/25 detik.Waktu kecepatan dan fasa perabaan juga dipengaruhi oleh singkronisasi pada televisi.

CARA KERJA TELEVISI
Pesawat televisi akan mengubah sinyal listrik yang di terima menjadi objek gambar utuh sesuai dengan objek yang ditranmisikan.Pada pesawat televisi berwarna, semua warna alamiah yang telah dipisah ke dalam warna dasar R (red), G(green), dan B (blue) akan dicampur kembali pada rangkaian matriks warna untuk menghasilkan sinyal luminasi, sedangkan Pada televisi hitam putih (monochrome), gambar yang di produksi akan membentuk warna gambar hitam dan putih dengan bayangan abu-abu.










5. Terminal untuk Data
Sesuai dengan namanya maka informasi yang dikirimkan berupa data-data.Data-data ini dapat berupa tulisan, grafik maupun gambar-gambar. Pada terminal untuk data, informasi yang dikirimkan akan diproses atau diolah sehingga akan diterima oleh terminal yang dituju adalah hasil dari pengolahan atau pemrosesan informasi. Pusat pengolahan data dapat disebut juga dengan komputer. Konfigurasinya dapat terlihat sebagai berikut:








Blok diagram tersebut dapat diperinci lagi, dimana komputer itu terdiri dari bagian-bagian lainnya, seperti dibawah ini:

• Main Storage adalah suatu ingatan utama yaitu untuk menyimpan segala macam informasi yang diperlukan untuk mengolah data.
• Ingatan utama ini dapat dibantu oleh ingatan tambahan yang disebut dengan auxiliary storage, dan ini dapat berupa pita magnetik, piringan (disk) dan sebagainya.
• CPU adalah otak dari sistem komputer ini, yaitu suatu alat yang menghitung dan memproses informasi yang masuk maupun yang disimpan dalam storage yang disebut diatas.
• Control Unit adalah suatu unit untuk mengatur atau mengendalikan urutan tugas didalam sistem ini.
• Input/Output ini adalah yang disebut sebagai terminal dari data.

Prinsip kerja blok diagram modem









Modem berasal dari singkatan Modulator DEModulator. Modulator merupakan bagian yang mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa(Carrier) dan siap untuk dikirimkan, sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan signal informasi (yang berisi data atau pesan) dari signal pembawa (carrier) yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik.

Fungsi modem yaitu untuk mengubah sinyal digital menjadi sinyal suara dan juga sebaliknya.Dewasa ini modem telah berkembang dengan berbagai fasilitas yang cukup bermanfaat, misalnya voice modem. Dengan adanya fasilitas voice modem ini, merubah fungsi modem bukan hanya sebagaipenyambung ke internet tetapi lebih dari itu, modem dapat menjadi saluran radio, audio, percakapan telepon sampai streaming video. Sesuai diagram blok diatas merupakan modem duplex, yang artinya mempunya fungsi sebagai penerima sekaligus pengirim.

Pada blog diagram diatas signal data yang dilewatkan line telepon masuk ke dalam perangkat modem. Dalam blok modem terdapat beberapa blok rangkaian yang menpunyai fungsi masing masing, antara lain duplexer, VCO, narrowband filter dan demodulator. Signal dari line telepon pertama kali masuk ke dalam blok duplexer, fungsi blok duplexer disini adalah untuk mengurai antara signal yang diterima dan sinyal yang akan dikirimkan. Selanjutnya sinyal keluaran dari duplexer masuk ke dalam blok narrowband filter, dimana di dalam blok ini akan menyaring atau menyeleksi band frekuensi yang digunakan.

Keluaran dari blok narrow band filter selanjutnya mengalami penguraian data ( didemodulasi ) yaitu saat masuk dalam blok demodulator, Data yang telah didemodulasi selanjutnya langsung diterima perangkat
Sedangkan data dari perangkat masuk ke dalam modem dilewatkan pada buffer yang kemudian masuk pada Blok VCO. Rangkaian VCO ini adalah rangkaian “ Variable frequency oscillator “.


MODULASI
Pengertian Modulasi
Modulasi Adalah Pengaturan Parameter Dari Sinyal Pembawa (Carrier) Yang BerfrequencyTinggi Sesuai Sinyal Informasi (Pemodulasi) Yang Frequencynya Lebih Rendah, Sehingga Informasi Tadi Dapat Disampaikan.

Jenis-jenis Modulasi
• Modulasi Analog
Dalam modulasi analog, proses modulasi merupakan respon atas informasi sinyal analog.
Teknik umum yang dipakai dalam modulasi analog :
Modulasi berdasarkan sudut

1. Modulasi Fase (Phase Modulation - PM)
2. Modulasi Frekuensi (Frequency Modulatio - FM)

Modulasi Amplitudo (Amplitudo Modulation - AM)
1. Double-sideband modulation with unsuppressed carrier (used on the radio AM band)
2. Double-sideband suppressed-carrier transmission (DSB-SC)
3. Double-sideband reduced carrier transmission (DSB-RC)
4. Single-sideband modulation (SSB, or SSB-AM), very similar to single-sideband suppressed carrier modulation (SSB-SC)
5. Vestigial-sideband modulation (VSB, or VSB-AM)
6. Quadrature amplitude modulation (QAM)

Modulasi Amplitudo (AM)
Peristiwa modulasi terjadi dengan merubah-ubah amplitudo gelombang pembawa sesuai dengan perubahan amplitudo gelombang informasi.

Gambar Gelombang (AM)










Frequensy Modulation (FM)
Proses modulasi yang terjadi dengan mengubah-ubah frekwensi gelombang pembawa sesuai dengan perubahan frekwensi sinyal informasi.

Gambar Gelombang FM



Phase Modulation (PM)
Modulasi ini menggunakan perbedaan sudut (phase) dari sinyal analog untuk membedakan kedua keadaan sinyal digital.

Gambar Gelombang PM



Tujuan modulasi digital adalah untuk mentransfer digital lebih sedikit aliran analog passband saluran, misalnya melalui jaringan telepon diaktifkan umum (di mana sebuah filter bandpass batas-batas rentang frekuensi antara 300 dan 3.400 Hz), atau melalui frekuensi radio yang terbatas band .

Tujuan dari modulasi analog adalah untuk mentransfer analog baseband (atau lowpass) sinyal, misalnya sinyal audio atau sinyal TV, lebih dari passband analog saluran, misalnya frekuensi radio yang terbatas band atau sebuah saluran jaringan televisi kabel.

Modulasi Analog
• Modulation Theorem Frequency Transalation
• Shifting atau pergeseran dari spektrum didalam frequency domain
• Merubah atau menempatkan frekwensi rendah menjadi frekwensi yang lebih tinggi agar dapat dikirimkan/ditransmisikan melalui media transmisi
Jenis-jenis modulasi analog :
• Amplitude modulation (AM)
• Frequency modulation (FM)
• Pulse Amplitude Modulation (PAM)
Dalam modulasi Digital
Dalam modulasi digital, suatu sinyal analog di-modulasi berdasarkan aliran data digital.
Perubahan sinyal pembawa dipilih dari jumlah terbatas simbol alternatif. Teknik yang umum dipakai adalah :

1. Phase Shift Keying (PSK), digunakan suatu jumlah terbatas berdasarkan fase.
2. Frekeunsi Shift Keying (FSK), digunakan suatu jumlah terbatas berdasarkan frekuensi.
3. Amplitudo Shift Keying (ASK), digunakan suatu jumlah terbatas amplitudo.



ASK – Amplitude Shift Keying (ASK) adalah modulasi yang menyatakan sinyal digital 1 sebagai suatu nilai tegangan tertentu (misalnya 1 Volt) dan sinyal digital 0 sebagai sinyal digital dengan tegangan 0 Volt.

PSK – Phase Shift Keying (PSK) adalah modulasi yang menyatakan sinyal digital 1 sebagai suatu nilai tegangan tertentu dengan beda fasa tertentu pula (misalnya tegangan 1 Volt dengan beda fasa 0 derajat), dan sinyal digital 0 sebagai suatu nilai tegangan tertentu (yang sama dengan nilai tegangan sinyal PSK bernilai 1, misalnya 1 Volt) dengan beda fasa yang berbeda (misalnya beda fasa 180 derajat).

FSK – Frequency Shift Keying (FSK) adalah modulasi yang menyatakan sinyal digital 1 sebagai suatu nilai tegangan dengan frekuensi tertentu (misalnya f1 = 1200 Hz), sementara sinyal digital 0 dinyatakan sebagai suatu nilai tegangan dengan frekuensi tertentu yang berbeda (misalnya f2 = 2200 Hz).

Gambar Gelombang ASK,PSK,dan FSK



Contoh modulasi sinyal analog yang sering kita jumpai adalah Frequency Modulation (FM) dan Amplitude Modulation (AM),

Keunggulan FM terhadap AM adalah:
1. Amplitudo yang konstan dari gelombang FM memungkinkan efisiensi pemancar yang tinggi.
2. Desah pada isyarat FM hanya sepertiga dari desah isyarat AM untuk lebarjalur yang sama.
Kerugian FM adalah kebutuhannya akan lebar jalur yang lebih lebarUntuk siaran hiburan, harga fm(max) biasanya adalah 75 kHz yang memungkinkan frekuensi pemodulasi sebesar 15 kHz.

Single-sideband modulation (SSB) adalah merupakan penyempurnaan dari amplitude modulation yang lebih efisien menggunakan tenaga listrik dan bandwidth

Vestigial sideband (VSB) adalah jenis amplitude modulation (AM) Teknik (kadang-kadang disebut VSB-AM) yang mengkodekan data dengan memvariasikan amplitudo satu carrier frekuensi.

Quadrature amplitude modulation (QAM)
adalah baik analog dan digital modulasi skema Ia menyampaikan pesan dua sinyal analog, digital atau dua aliran bit, dengan mengubah (modulasi) dengan amplitudo dari dua gelombang pembawa, dengan menggunakan amplitudo-shift keying (ASK) skema modulasi digital atau amplitude modulation (AM) skema modulasi analog.


MEDIA TRANSMISI
Devinisi Media Transmisi
Media Transmisi yaitu suatu media yang digunakan untuk memindahkan data dari komputer satu ke komputer lain. Adapun jenis media transmisi ini meliputi bentuk kabel, yaitu Twisted Pair, Coaxial, dan Serat Optik, serta dalam bentuk radiasi elektromagnetik.

TRANSMISI DIBAGI MENJADI 2
• SALURAN FISIK (GUIDED)
• SALURAN NON FISIK (UNGUIDED)


PENJELASAN GUIDED
• SaluranFisik ( Guided ): Dapat dilihat dan diraba keberadaannya.Disebut juga media guided, karena ada yang mengarahkan, dalam hal ini kabel. Media dengan saluran atau jaringan kabel dinamakan wireline.





PENJELASAN UNGUIDED
• Saluran Non Fisik: Tidak dapat dilihat dan diraba keberadaannya.Disebut juga media unguided, karena tidak ada yang mengarahkan.Biasanya berupa media udara.
• Gelombangyang digunakan adalah gelombang radio (frekuensi lebih tinggi dari media fisik).Media dengan saluran non fisik dinamakan wireless.

Twisted Pair
• Terdiri dari dua buah kabel tembaga tebal 1mm
• Kabel saling dililit untuk mengurangi interferensi
• digunakan untuk transmisi analog/digital
• sinyal digital: perlu repeater setiap 2−3 km
• sinyal analog:perlu amplifier setiap 5−6km
• Maksimum transfer rate 4 Mbps.

Fiber Optik
• Sangat tipis (2−125µm)
• Mengirimkan pulsa cahaya dalam satu arah
• Bandwidth lebar 108 Mhz
• Untuk jarak 1 km, data rate 1000Mbps
• Mencapai jarak 100 km tanpa repeater (Speed berkurang)
• Redaman rendah
• Kebal terhadap interferensi gelombang elektromagnetis

Line of Sight Transmission
• Tidak menggunakan media fisik
• Transmisi infrared, laser, microwave, radio

Kegunaan media transmisi
• Digunakan pada beberapa peralatan elektronika untuk menghubungkan antara pengirim dan penerima supaya dapat melakukan pertukaran data.
• Beberapa alat elektronika, seperti telpon, komputer televisi, dan radio membutuhkan media transmisi untuk dapat menerima data.

Gangguan pada media transmisi
• Attenuation(Redaman) : Kekuatan sinyal makin lemah, dengan makin jauhnya melalui media transmisi.Sinyal diperkuat (untuk mengatasi redaman) dengan:Amplifier(Analog) dan Repeater(Digital) Redaman bertambah dengan makin tinggi frekuensi. Lebih berpengaruh pada sinyal analog dari pada sinyal digital.
• Delay Distortion : Kecepatan propagasi sinyal yang berbeda melalui media dengan frekuensi berbeda.Kritis untuk data digital.

KECEPATAN TRANSMISI
• Bit : Binary Digit
• Dalam transmisi bit merupakan pulsa listrik negatif atau positip
• Satuan kecepatan :
• Bps = byte per second, bps = bit per second
• Bps ≠ bps
• Satuan data digital
• 8 bit = 1 byte
• 1 byte = 1 karakter
• 1 KB = 1024 byte
• 1 MB = 1024 KB
• 1 TB = 1024 GB

JENIS KABEL YANG SERING DI GUNAKAN

1. TWISTER PAIR
2. COAXIAL
3. SERAT OPTIK (FIBRE OPTIC )
4. Bentuk radiasi elektromagnetik.

TWISTER PAIR
Media ini banyak dikenal karena telah banyak digunakan khususnya sebagai kabel telepon.

Karakteristik
 Terdiri dari dua buah kabel tembaga tebal 1mm
 Kabel saling dililit untuk mengurangi interferensi
 Digunakan untuk transmisi analog/digital
 Sinyal digital: perlu repeater setiap 2−3 km
 Sinyal analog:perlu amplifier setiap 5−6km
 Maksimum transfer rate 4 Mbps


KABEL KOAKSIAL
Kabel koaksial adalah suatu jenis kabel yang menggunakan dua buah konduktor. Kabel ini banyak digunakan untuk mentransmisikan sinyalfrekuensi tinggi mulai 300 kHz keatas. Karena kemampuannya dalam menyalurkan frekuensi tinggi tersebut, maka sistem transmisi dengan menggunakan kabel koaksial memiliki kapasitas kanal yang cukup besar.

Karakteristik dari Kabel Koaksial
-Terdiri dari 2 konduktor dgn konstruksi yang berbeda dgn twisted pair
-Diameter 1-2,5 cm , kapasitas 10.000 kanal suara
-Spektrum dapat mencapai 500 Mhz
-Laju data ratusan -Jarak antar repeater 1 km
-Lebih tahan terhadap interferensi dan crosstalk dibanding twisted pair
-Jarak jangkauan lebih jauh
SERAT OPTIK (FIBRE OPTIC )
Perkembangan teknologi optic yang menghasilkan suatu serat optic yang dapat mentransformasikan data dengan pulsa cahaya.

KARAKTERISTIK KABEL SERAT OPTIK (FIBRE OPTIC )

 Sangat tipis (2−125µm)
 Mengirimkan pulsa cahaya dalam satu arah
 Bandwidth lebar 108 Mhz
 Untuk jarak 1 km, data rate 1000Mbps
 Mencapai jarak 100 km tanpa repeater (Speed berkurang)
 Redaman rendah
 Kebal terhadap interferensi gelombang elektromagnetis.










KEUNTUNGAN FIBER OPTIC

 Tahan terhadap gangguan RFI (Radio Frequency Interference) dan EMI (ElectroMagnetic Interference)
 Keamanan, tidak bisa disadap melaui kabel biasa
 Bandwith yang besar
 Tidak berkarat
 Jangkauan lebih jauh dibanding kabel tembaga
 Kecepatan transfer lebih tinggi .




KELEMAHAN FIBER OPTIC

 Goncangan fisik akan menjadi gangguan terhadap signalSulit dalam instalasi dibanding kabel tembaga

Unguided Transmission Media
Unguided transmission media atau media transmisi tidak terpandu merupakan jaringan yang menggunakan sistem gelombang.

Gelombang mikro





Gelombang mikro (microwave) merupakan bentuk radio yang menggunakan frekuensi tinggi (dalam satuan gigahertz), yang meliputi kawasan UHF, SHF dan EHF. Gelombang mikro banyak digunakan pada sistem jaringan MAN, warnet dan penyedia layanan internet (ISP).
Untuk komunikasi data melalui gelombang elektromagnetik (udara) yang paling banyak digunakan adalah dengan microwave. Kedua media sebelumnya mempunyai kesukaran karena bentuk fisiknya, microwave dapat mengatasi masalah ini, media ini juga mempunyai lebar band dan kecepatan cukup tinggi.

Bentuk radiasi elektromagnetik

Radiasi elektromagnetik (listrik dan magnet yang inteferensi) yang dipancarkan melalui udara terbuka yang dapat berupa mikrogelombang (Microwave), sistem satelit, sinar infra merah atau sistem laser. Selanjutnya, jaringan dengan media transmisi tanpa kabel ini disebut dengan istilah jaingan Wireless.
KEUNTUNGAN MICROWAVE
• Akusisi antar tower tidak begitu dibutuhkan
• Dapat membawa jumlah data yang besar
• Biaya murah, karena setiap tower antena tidak memerlukan lahan yang luas
• Frekuensi tinggi atau gelombang pendek hanya membutuhkan antena yang kecil

KELEMAHAN MICROWAVE
• Attenuasi dipengaruhi oleh benda pejal
• Terpantulkan oleh permukaan datar, misal air atau metal/logam
• Diffracted (split) disekitar benda padat
• Terbelokkan oleh lapisan atmosphere





CIRCUIT SWITHCHING

Devinisi Swithcing
Dalam dunia telekomunikasi, jaringan circuit switching adalah jaringan yang mengalokasikan sebuah sirkuit (atau kanal) yang dedicated diantara nodes dan terminal untuk digunakan pengguna untuk berkomunikasi.

Switched Network
melalui beberapa switching node yang saling terhubung sehingga membentuk suatu jaringan switching, atau disebut switched network
• Setiap node yang terdapat dalam jaringan switching bekerja tanpa memperhatikan isi data/ informasi yang ditransmisikan
• Data ditransmisikan melalui suatu rute yang ditentukan oleh proses switching di setiap node yang dilalui
• Koneksi node ke node lainnya biasanya dilakukan secara multiplex



Contoh Swithced network



Circuit Switching
• Dibangun ketersambungan secara fisik antara dua pihak yang berkomunikasi
• Sebelum komunikasi dilakukan, kedua pihak dihubungkan secara permanen(dedicated) oleh sistem switching
• Proses :
– Membangun sirkit
– Transfer data
– Memutuskan sirkit
• Jika sirkit tidak tersedia maka akan terjadi blocked (biasa diinformasikan dengan nada sibuk)
• Tidak akan ada informasi yang hilang sepanjang sirkit tersambung terus menerus
• Ada garansi quality of service
• Contoh: PSTN (Public Switched Telephone Network)

Keuntungan circuit swithcing
• Sekali koneksi terjadi jaringan transparan (seolah hanya koneksi langsung antar stations)
• Fixed data rate tanpa adanya delay
• Sangat baik untuk komunikasi real time



Kelemahan circuit swithcing
• Selama koneksi berlangsung, sirkit akan selalu diduduki walaupun tidak ada data yang dikirim
• Delay sebelum terbentuknya hubungan (call set up delay)

Packet Swithing – Connectionles
• Merupakan datagram service yang analog dengan pengiriman surat via pos
• Setiap paket/datagram harus diberi address
• Paket dikirim dari satu node ke node berikutnya dengan sistem store-and-forward. Setiap node menentukan rute secara independen untuk tiap paket (paket tidak harus dikirim melalui rute yang sama)
• Paket dapat sampai di tujuan tidak sesuai urutan, sehingga di tempat tujuan perlu pengaturan sesuai nomor urut paket.
• Tidak perlu session setup sebelum transfer data
• Tidak ada acknowledgement  mengurangi trafik, tapi perlu protokol dengan layer yang lebih tinggi untuk error cheking
• Contoh:
– Internet Protocol (IP)
– Connectionless Network Protocol (CLNP)

Message Switching
• Di tiap node yang dilalui pesan disimpan dalam buffer sebelum diteruskan
• Pesan diberi header yang berisi informasi ke mana pesan akan dikirim. Tujuan dapat lebih dari satu.
• Pesan baru akan diteruskan ke node berikutnya apabila telah diterima seluruhnya.
• Menggunakan teknik pengiriman “store and forward”
• Contoh:
• E-mail


Sama halnya dengan sirkit switch, message switch, message
yang diterima disimpan dulu didalam memory.
Untuk perangkat message switch biasa digunakan komputer atau beberapa sesuai keperluannya.



Packet switch
Demikian pula untuk packet switch peralatan hardware mirip dengan message switch.
Packet switch yang digunakan untuk keperlusan publik dilengkapi dengan kemampuan untuk dapat melaksanakan switching bagi jumlah pelanggan dengan trafik tinggi dan kapasitas yang besar.

Lan equipment
Perangkat umum yang digunakan untuk LAN antara lain :
terminal, router dan modem, untuk protocol biasanya menggunakan X.25.




Terminal Router Terminal





Cell Mode
Cell mode terdiri dari dua jenis teknologi yaitu ATM dan DQDB.
ATM Asynchronous transfer Mode digunakan pada kecepatan tinggi dengan band lebar dan mampu untuk menangani berbagai layanan, baik voice, data maupun video.
DQDB (Distributed Queu Dual Bus), adalah teknologi yang digunakan untuk hubungan data dengan menggunakan switching yang tersentralisasi.
DQDB digunakan untukinterkoneksi LAN, dimana struktur cellnya terdiri dari 8 bits identik dengan ATM.




KOMUNIKASI SATELIT

Devinisi Satelit
Satelit adalah sebuah transponder yang diorbitkan pada orbit geostationary yang bertugas menerima sebuah frequensi dan meretransmisikan ke tempat lain.
• Geostationary : 36.000 Km diatas permukaan bumi
• LEO (Low Earth Orbit) : 900 – 10.000 Km diatas permukanan bumi, membutuhkan 66 satelit LEO agar dapat meng-cover seluruh permukaan bumi
Uplink : mentransmisikan data ke satelit
Downlink : menerima data dari satelit
Biasanya frequensi uplink lebih tinggi daripada downlink
.
Ada 2 bagian penting yaitu space segment (bagian yang berada diangkasa) dan ground segment (biasa disebut stasiun bumi). Dapat didefinisikan sebagai jaringan komunikasi gabungan dari berbagai media transmisi.



Keunggulan Komunikasi Satelit
• Cakupan yang luas: satu negara, gegion, ataupun satu benua
• Bandwith yang tersedia cukup lebar;
• Independen dari infrastruktur terrestrial;
• Instalasi jaringan segmen bumi yang cepat;
• Biaya relatif rendah per site;
• Karakteristik layanan yang seragam;
• Layanan total hanya dari satu profider;
• Layanan wireless yang independen;
Kelemahan Komunikasi Satelit
• Delay propagasi besar
• Rentan terhadap pengaruh atmosfir
• Up front cost tinggi
• Biaya komunikasi untuk jarak pendek maupun jauh relatif sama
• Hanya ekonomis jika jumlah user besar dan kapasitas digunakan secara intensif
Arsitektur komunikasi satelit
• Segmen angkasa
– Struktur/bus
– Payload
– Power suppy
– Kontrol temperatur
– Kontrol attitude dan orbit
– Sistem propulsi
• Segmen bumi
– User terminal, SB master, dan jaringan.



I. DAFTAR PUSTAKA
 Pesan,tanda dan makna :teks dara telekomunkasi karangan marcel danesi
 Etika komunikasi karangan Dr.Haryatmoko
 Linux Advanced Routing & Traffic Control HOWTO
 Comprendre le D-Link Wireless ADSL Router DSL-G604T (Developpez.com)