Share it

Minggu, 14 November 2010

sistem kendali loop terbuka dan sistem kendali loop tertutup

Sistem Kendali terbuka adalah sistem kendali yang keluarannya tidak berpengaruh pada aksi pengontrolan, keluaran tidak diukur dan tidak diumpan-balikan untuk dibandingkan dengan masukan.
Ciri-ciri Sistem Kendali Terbuka
 Sederhana
 Harganya murah
 Dapat dipercaya
 Kurang akurat karena tidak
terdapat koreksi terhadap kesalahan
 Berbasis waktu
Sistem loop tertutup
menggunakan pengukuran keluaran dan mengumpanbalikkan sinyal tersebut untuk dibandingkan dengan keluaran yang diinginkan (input atau referensi). Atau dengan kata lain keluaran dapat memberikan efek terhadap besaran masukan atau besaran yang dikontrol dapat dibandingkan terhadap harga yang diinginkan. Sinyal diumpan-balikkan terhadap kontroler yang akan membuat pengubahan terhadap sistem agar keluaran sistem seperti yang diinginkan
Ciri-ciri Sistem Kendali Tertutup
 Lebih kompleks
 Harga yang lebih mahal
 Lebih dapat dipercaya
 Biasanya lebih akurat
Komponen PROSES sistem kendali loop tertutup
Reference Input (masukan acuan, r), merupakan sinyal acuan bagi sistem kontrol.
Actuating Signal (e), merupakan sinyal kesalahan/error. yang merupakan selisih
antara sinyal acuan (r) dan sinyal b.
Control Element, (g1) merupakan elemen yang berfungsi untuk memproses
kesalahan/error yang terjadi dan setelah kesalahan tersebut dimasukkan
melalui elemen pengontrol.
Manipulated Variable (variabel yang dimanipulasi), merupakan sinyal yang dihasilkan
oleh control element yang berfungsi sebagai sinyal pengontrol tanpa
adanya gangguan.
Plant/proses, merupakan obyek fisik yang dikontrol, dapat berupa proses mekanis,
elektris, hidraulis maupun gabungannya.
Disturbance, merupakan sinyal gangguan yang tidak diinginkan.
Feedback Element (jalur umpan balik), merupakan bagian sistem yang mengukur
keluaran yang dikontrol dan kemudian mengubahnya menjadi sinyal umpan
balik.
Forward Path, merupakan bagian sistem tanpa umpan balik
Komponen sistem kendali loop tertutup
Input (masukan) merupakan rangsangan yang diberikan pada sistem kontrol,
merupakan harga yang diinginkan bagi variabel yang dikontrol selama
pengontrolan. Harga ini tidak tergantung pada keluaran sistem.
Output (keluaran, respons) merupakan tanggapan pada sistem kontrol, merupakan
harga yang akan dipertahankan bagi variabel yang dikontrol, dan merupakan
harga yang ditunjukkan oleh alat pencatat.
Beban/plant merupakan sistem fisis yang akan dikontrol (misalnya mekanis, elektris,
hidraulik ataupun pneumatik).
Alat kontrol/kontroller merupakan peralatan/rangkaian untuk mengontrol beban (sistem).
alat ini bisa digabung dengan penguat.
Elemen umpan balik menunjukkan atau mengembalikan hasil pencatatan ke detektor
sehingga bisa dibandingkan terhadap harga yang diinginkan (di stel)
Error detector (alat deteksi kesalahan) merupakan alat pendeteksi kesalahan yang menunjukkan selisih antara input (masukan) dan respons melalui umpan balik (feedback path).
Gangguan merupakan sinyal-sinyal tambahan yang tidak diinginkan. Gangguan ini cenderung mengakibatkan harga keluaran berbeda dengan harga masukannya. Gangguan ini biasanya disebabkan oleh perubahan beban sistem, misalnya adanya perubahan kondisi lingkungan, getaran ataupun yang lain.
.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar